Senin, 1 Juni 2026

Korban Erupsi Semeru Terus Bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang

Tayang:
Editor: bakri
AFP/JUNI KRISWANTO
Relawan gabungan dari sejumlah lembaga menuju ke Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Hingga kini, bencana alam tersebut mengakibatkan 46 orang meninggal dunia dan sembilan lainnya masih hilang. 

"Pada upaya pelayanan warga, Posko utama tanggap darurat di Lumajang membuka pusat layanan atau call center di nomor 081234570077," ujar Abdul.

"Sehingga ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan dukungan pelayanan selama masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2021," pungkas Abdul Muhari.

Erupsi sekunder Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga agar mewaspadai awan panas guguran (APG), lahar, hingga kemungkinan erupsi (letusan) sekunder Gunung Semeru, Jawa Timur.

Baca juga: Pemerintah Aceh Buka Donasi Kepada Korban Erupsi Gunung Semeru

Baca juga: Sosok Fida, Bocah yang Berlari Kencang Saat Gunung Semeru Meletus, Selamat Sembunyi di Masjid

Baca juga: Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Aceh Galang Dana untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

"Potensi lainnya secondary explosion yang dimungkinkan terjadi saat material panas hasil APG yang terendapkan di sungai kontak dengan air sehingga terjadi perubahan fasa air menjadi fasa uap yang bertekanan cukup tinggi sehingga memunculkan letusan di sepanjang aliran sungai," ujar Kepala PVMBG, Andiani, Sabtu (11/12/2021).

Andiani mengakui bahwa aktivitas APG masih berpotensi terjadi meski intensitas dan jarak luncurnya diperkirakan relatif kecil ketimbang 4 Desember lalu.

"Potensi bahaya yang lebih mengancam saat ini adalah lahar karena masuk musim penghujan dan data dari BMKG diperkirakan musim hujan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan," tutur Andiani.

Ia meminta warga mewaspadai lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Andiani juga mengimbau warga mewaspadai lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih di Level II atau waspada.

Andiani pun mengimbau warga/pengunjung/wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi melalui PVMBG.

Baca juga: Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 45 Orang Meninggal Dunia, 9 Warga Belum Ditemukan

Baca juga: Rumahnya Utuh Meski Diterjang Erupsi Gunung Semeru, Ternyata Ini Amalan yang Dilakukan Pak Roh

Baca juga: VIDEO - Rumah Pak Roh Tak Hanya Lolos dari Lahar Gunung Semeru, Tapi Juga tak Kemasukan Abu Vulkanik

Ia juga meminta warga tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. (kompas.com/cnn)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved