Senin, 1 Juni 2026

Korban Erupsi Semeru Terus Bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang

Tayang:
Editor: bakri
AFP/JUNI KRISWANTO
Relawan gabungan dari sejumlah lembaga menuju ke Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Hingga kini, bencana alam tersebut mengakibatkan 46 orang meninggal dunia dan sembilan lainnya masih hilang. 

* 46 Orang Meninggal, Sembilan Hilang

* Warga Diminta Waspadai Letusan Sekunder

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.

BNPB juga mencatat ada sembilan orang yang masih hilang.

"Dampak korban jiwa lainnya, sembilan jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, kemarin.

Abdul Muhari mengatakan, total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini sebanyak 9.118 orang.

"Proses pendataan penyintas masih terus dimutakhirkan setiap hari," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengungsi tersebar di 115 pos pengungsian di antaranya terpusat pada 18 titik di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pasirian enam titik (2.081 jiwa), Candipuro delapan titik (3.538 jiwa), dan Pronojiwo empat titik (1.056 jiwa).

Kemudian, 94 titik lain tersebar di Kabupaten Lumajang.

Adapun warga yang mengungsi di luar Lumajang berada di Kabupaten Malang dua titik (179 jiwa) dan Probolinggo satu titik (11 jiwa).

Menurut Abdul Muhari, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berada di bawah koordinasi Basarnas memfokuskan pencarian korban di tiga sektor.

Tim SAR tersebut, lanjutnya, terdiri atas personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga dibagi ke dalam empat grup.

"Grup pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, grup dua di daerah tambang Pasir H Satuhan dan grup ketiga di Dusun Keboneli dan Kampung Renteng," jelas Abdul Muhari.

Ia juga mengungkapkan, pos logistik bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Lumajang, sedangkan Pos Pendukung Lapangan berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Selain operasi pencarian dan pertolongan, lanjutnya, posko juga mengutamakan pelayanan kepada warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak abu vulkanik.

"Pada upaya pelayanan warga, Posko utama tanggap darurat di Lumajang membuka pusat layanan atau call center di nomor 081234570077," ujar Abdul.

"Sehingga ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan dukungan pelayanan selama masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2021," pungkas Abdul Muhari.

Erupsi sekunder Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga agar mewaspadai awan panas guguran (APG), lahar, hingga kemungkinan erupsi (letusan) sekunder Gunung Semeru, Jawa Timur.

Baca juga: Pemerintah Aceh Buka Donasi Kepada Korban Erupsi Gunung Semeru

Baca juga: Sosok Fida, Bocah yang Berlari Kencang Saat Gunung Semeru Meletus, Selamat Sembunyi di Masjid

Baca juga: Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Aceh Galang Dana untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

"Potensi lainnya secondary explosion yang dimungkinkan terjadi saat material panas hasil APG yang terendapkan di sungai kontak dengan air sehingga terjadi perubahan fasa air menjadi fasa uap yang bertekanan cukup tinggi sehingga memunculkan letusan di sepanjang aliran sungai," ujar Kepala PVMBG, Andiani, Sabtu (11/12/2021).

Andiani mengakui bahwa aktivitas APG masih berpotensi terjadi meski intensitas dan jarak luncurnya diperkirakan relatif kecil ketimbang 4 Desember lalu.

"Potensi bahaya yang lebih mengancam saat ini adalah lahar karena masuk musim penghujan dan data dari BMKG diperkirakan musim hujan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan," tutur Andiani.

Ia meminta warga mewaspadai lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Andiani juga mengimbau warga mewaspadai lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih di Level II atau waspada.

Andiani pun mengimbau warga/pengunjung/wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi melalui PVMBG.

Baca juga: Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 45 Orang Meninggal Dunia, 9 Warga Belum Ditemukan

Baca juga: Rumahnya Utuh Meski Diterjang Erupsi Gunung Semeru, Ternyata Ini Amalan yang Dilakukan Pak Roh

Baca juga: VIDEO - Rumah Pak Roh Tak Hanya Lolos dari Lahar Gunung Semeru, Tapi Juga tak Kemasukan Abu Vulkanik

Ia juga meminta warga tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. (kompas.com/cnn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved