Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Bea Cukai Siap Bantu Administrasi Eksportir, Gunakan Pelabuhan Laut Aceh, Jangan Luar Daerah Lagi

Kanwil Bea Cukai Aceh siap membantu memfasilitasi administrasi para eksportir yang mengirim barang ke luar negeri.

Penulis: Herianto | Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kapal pengangkut CPO sedang bersandar di Pelabuhan Laut Krueng Geukuh Lhokseumawe, untuk mengangkut CPO dari Aceh, untuk di ekspor ke India dan Singapura. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kanwil Bea Cukai Aceh siap membantu memfasilitasi administrasi para eksportir yang mengirim barang ke luar negeri.

Tetapi, bagi yang mengekspor barang melalui Pelabuhan Laut Aceh, seperti Krueng Raya dan beberapa pelabuhan lainnya, juga di Aceh.

Kakanwil Bea dan Cukai Aceh, Dr Safuadi kepada Serambinews.Com, Senin (14/12/2021) mengatakan para eksportir harus memanfaatkan Pelabuhan Laut Aceh.

Dia meminta Pemerintah Aceh untuk mengharuskan eksportir mengekspor komoditi non-migas melalui Pelabuhan Laut Aceh.

"Mulai tahun 2022, Pemerintah Aceh harusnya sudah berpikir, bagaimana caranya ekspor andalan non migas dari Pelabuhan Laut Aceh," tambahnya.

Dia mencontohkan, seperti biji kopi, pinang, minyak nilam, CPO dan lainnya.

Dia mengatakan selama ini diekspor melalui Pelabuhan Luar Aceh.

Padahal, katanya, bisa diekspor melalui pelabuhan lokal seperti Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Kuala Langsa dan Krueng Raya, Aceh Besar.

Baca juga: Kepala DPMTPSP Beberkan Soal Perizinan Stokeplice Batu Bara di Pelabuhan Calang, Ini Penjelasannya

“Informasi yang kami peroleh dari berbagai pelabuhan laut luar Aceh, komoditi ekspor non migas Aceh itu diekspor dari luar Pelabuhan Laut Aceh," ungkapnya.

Seperti kopi dengan jumlah mencapai 1.000 kontainer per tahun.

Safuadi menjelaskan, berdasarkan data dari BI, nilai ekspor kopi Aceh dari Januari hingga Oktober 2021 mencapai 58,169 juta dolar AS, sekitar Rp 814,377 miliar.

Dia mengatakan biji kopi Aceh diekspor ke sejumlah negara.

Pada 2021 ini, paling banyak ke Amerika Serikat dengan nilai 33,868 juta dolar AS.

Kemudian Belgia 28,639 juta dolar AS, Singapura, Kanada, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Belanda dan sejumlah negara lainnya.

Pada 2020 lalu, nilai ekspor biji kopi dari Aceh lebih banyak lagi mencapaia 70,347 juta dolar AS atau sekitar Rp 985,240 miliar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved