Internasional
KTT Teluk Berusaha Menunjukkan Solidaritas, Iran Jadi Pemicu Ketegangan
Para pemimpin Arab, Selasa (14/12/202) berkumpul untuk melaksanakan KTT Teluk atau pertemuan puncak tahunan.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Para pemimpin Arab, Selasa (14/12/202) berkumpul untuk melaksanakan KTT Teluk atau pertemuan puncak tahunan.
Pertemuan itu mendapat tekanan setelah keretakan yang dalam atas program nuklir Iran.
Selain meningkatnya persaingan ekonomi di dalam blok penghasil minyak itu, seperti dilansir AP.
Putra Mahkota Arab Saudi mengunjungi negara-negara Teluk menjelang KTT.
Hal itu terjadi hampir setahun setelah Riyadh mengakhiri boikot Arab selama 3,5 tahun terhadap Qatar.
Dimana, telah menghancurkan Dewan Kerjasama Teluk sekutu AS.
Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Lakukan Tur Teluk, Oman Jadi Negara Pertama Lawatannya
Arab Saudi dan non-Teluk Mesir telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Doha, Qatar.
Tetapi Uni Emirat Arab dan Bahrain belum melakukannya.
Meskipun Abu Dhabi telah bergerak untuk memperbaiki hubungan.
Keempat negara yang memboikot itu menuduh Qatar mendukung militan Islam dan mencampuri urusan tetangga Teluk Arab, tuduhan yang dibantah Doha.
"Ada area yang membutuhkan waktu, tapi ... praktis, kerja sama fungsional (Teluk) kembali ke jalurnya," kata pejabat senior UEA, Anwar Gargash pekan lalu.
Media Arab Saudi melaporkan tur Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menyoroti solidaritas.
Karena, kekuatan global berusaha menghidupkan kembali pakta nuklir dengan Iran.
Baca juga: Negara Teluk, AS dan Inggris Kutuk Upaya Pembunuhan Perdana Menteri Irak
Padahal, ada ketidakpastian di Teluk yang mendalam tentang peran AS di wilayah tersebut.
Muslim Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran berlomba-lomba mendapatkan pengaruh dalam persaingan yang telah terjadi di seluruh wilayah.