Internasional
Negara Teluk, AS dan Inggris Kutuk Upaya Pembunuhan Perdana Menteri Irak
Para pemimpin Negara Teluk mengutuk upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi. Al-Kadhimi selamat dari upaya pembunuhan
SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Para pemimpin Negara Teluk (GCC) mengutuk upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi.
Al-Kadhimi selamat dari upaya pembunuhan dengan pesawat tak berawak bersenjata dan tidak terluka.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Jordania, dan Liga Arab mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan terhadap perdana menteri.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk Nayef Al-Hajraf, Minggu (7/11/2021) mengutuk serangan itu, seperti dilansir ArabNews.
Dia mengatakan blok itu tetap menjaga keamanan Irak sebagai salah satu negara GCC.
Baca juga: Wanita Kurdi Pegang Posisi Penting di Halabja Irak, Dari Dekan Sampai Wali Kota
Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi juga mengutuk upaya membunuh Al-Kadhimi.
Dia menegaskan dukungan negaranya untuk Irak untuk melindungi keamanan dan stabilitas.
Abdel Fattah el-Sisi menyerukan warga Irak tetap tenang dan menahan diri.
Sementara itu, pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Shamkhani, mengutuk serangan itu dengan menyebutnya sebagai hasutan baru.
"Upaya itu ... adalah hasutan baru yang harus ditelusuri kembali ke think-tank asing," katanya di Twitter, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga: Presiden Irak Sebut Terorisme dan Korupsi Bekerjasama, Harus Diberantas Bersama-sama
Inggris juga mengutuk serangan terhadap Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss meminta semua pihak di Irak untuk tetap tenang dan menahan diri.
"Kami mengutuk serangan terhadap Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi," kata Truss dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter.
"Kami mendukung pemerintah Irak, pasukan keamanan dan rakyat untuk menolak kekerasan politik," ujarnya.(*)
Baca juga: Tentara AS Tembak Jatuh Dua Drone Iran, Targetkan Bandara Irak