Kamis, 30 April 2026

Berita Luar Negeri

Warga Dilarang Tertawa 11 Hari Tiap Desember di Negara Ini, Bila Melanggar Ditangkap dan Hilang

melarang warga Korea Utara untuk menunjukkan ekspresi kebahagiaan atau secara eksplisit melarang warganya tertawa selama 11 hari pada bulan desember

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
AFP/ED JONES
Ribuan orang membungkukkan badan di hadapan patung dua mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Penghormatan ini juga dilakukan di saat merayakan ulang tahun Kim Jong Il pada Sabtu (16/2/2019). (AFP/ED JONES) 

Alasan Kim Jong Un Larang Warga Tertawa 11 Hari Tiap Desember, Bila Melanggar Ditangkap dan Hilang

SERAMBINEWS.COM - Tak mudah hidup di Korea Utara.

Banyak aturan yang harus dikerjakan dan dilanggar oleh warga Korea Utara.

Bila melanggar atau tak mengerjakan perintah penguasa, maka hukuman mulai dari penjara, kerja paksa hingga hukuman mati.

Salah satu aturan yang tak boleh dilanggar adalah dilarang tertawa selama 11 hari pada tiap bulan Desember.

Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara melarang warga Korea Utara untuk menunjukkan ekspresi kebahagiaan atau secara eksplisit melarang warganya tertawa selama 11 hari.

Baca juga: Rusia Sebar S-500, Bisa Cegat Rudal Balistik Antarbenua, Rudal Jelajah Hipersonik dan Pesawat Tempur

Selain itu, Kim Jong Un juga melarang warganya untuk meminum alkohol dan melakukan kegiatan rekreasi dalam kurun waktu tersebut.

Hal itu lantaran Kim Jong Un dan Korea Utara sedang mengenang 10 tahun kematian Kim Jong Il.

Tepat pada peringatan kematian Kim Jong Il pada 17 Desember, Kim Jong Un melarang warga Korea Utara berbelanja bahan makanan.

Kim Jong Il adalah mantan pemimpin tertinggi Korea Utara sekaligus merupakan ayah Kim Jong Un.

Baca juga: Rusia Kumpulkan 90 Ribu Tentara di Dekat Perbatasan Ukraina, Ini Tanggapan Jenderal Top AS

Bahkan jika ada anggota keluarganya yang meninggal selama masa berkabung.

Kim Jong Un melarang pihak keluarga menangis dengan keras dan jenazahnya harus segera dibawa keluar.

Masa berkabung di Korea Utara untuk Kim Jong Il

Dikutip dari The Telegraph, masa berkabung untuk Kim Jong Il dan ayahnya, Kim Il Sung, digelar setiap tahun.

Biasanya, periode berkabung berlangsung selama sepuluh hari.

Tetapi tahun ini, masa berkabungnya ditambah sehari untuk memperingati satu dekade sejak meninggalnya Kim Jong Il.

Baca juga: Polda Aceh Panggil Teungku Ni, Terkait Pengibaran Bendera Bintang Bulan

“Dulu banyak orang yang kedapatan minum atau mabuk selama masa berkabung.

Mereka ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi,” kata sumber tersebut.

Polisi Korea Utara juga diperintahkan untuk mencari mereka yang tidak terlihat cukup gundah selama masa berkabung, menurut RFA yang mengutip sumber kedua.

“Mulai hari pertama Desember, mereka (polisi) memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif,” kata sumber kedua itu.

Masa berkabung tahun ini akan digelar berbagai kegiatan seperti pameran seni, konser peringatan, dan pameran bunga Kimjongilia.

Baca juga: Hari Ke 7 Pencarian, Mayat Amri Lubis Ditemukan, Tim Sisir Lae Kombih Cari Korban Mobil Masuk Jurang

Namun, beberapa penduduk setempat cukup berani untuk berbicara secara anonim menentang tradisi tahunan tersebut.

Mereka mengaku, masa berkabung menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari.

“Saya hanya berharap masa berkabung Kim Jong Il dipersingkat menjadi satu minggu, seperti masa berkabung Kim Il-sung,” kata salah satu warga yang dikutip RFA.

Mengenang pemerintahan Kim Jong Il, periode tergelap Korea Utara

Kim Jong Il memerintah Korea Utara sejak 1994 hingga meninggal dalam usia 69 tahun pada 2011 akibat serangan jantung.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Sabtu (18/12/2021), Berikut Daftar Harga Emas Per Gram

Setelah Kim Jong Il meninggal, kekuasaan tertinggi di Korea Utara diteruskan oleh putranya, Kim Jong Un, hingga sekarang.

Pemerintahan Kim Jong Il adalah salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara.

Pada pertengahan 1990-an, terjadi kelaparan hebat di Korea Utara.

Diperkirakan sebanyak 3,5 juta orang meninggal dalam kurun empat tahun.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Kenapa Kim Jong Un Larang Warganya Tertawa 11 Hari? Ini Alasannya

Baca juga: Cerita Bupati Akmal Cara Tanam Sawit agar tak Dimakan Babi Dalam Lomba Menembak di Abdya

Baca juga: Peneliti Temukan Asal-usul Bahasa Jepang, Korea, Turki Hingga Mongolia

Baca juga: Presiden Rusia Klaim, Negaranya Paling Canggih Dalam Perlombaan Teknologi Rudal Hipersonik

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved