BMKG: Hati-hati Cuaca Ekstrem
Sebagian besar wilayah Aceh berpotensi terjadinya cuaca ekstrem berdasarkan analisa dinamika atmosfer terkini
LHOKSEUMAWE - Sebagian besar wilayah Aceh berpotensi terjadinya cuaca ekstrem berdasarkan analisa dinamika atmosfer terkini.
Kondisi itu akan terjadi hingga awal tahun 2022.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap gelombang tinggi, angin kencang, hujan disertai angin kencang, petir ataupun banjir.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Siswanto ST MSi kepada Serambi, Rabu (22/12/2021), menjelaskan, pada Desember 2021 hingga Maret 2022, merupakan periode munculnya badai tropis yang ada di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Aceh.
Dampak tidak langsung dari munculnya badai tropis tersebut dapat dirasakan hingga sebagian besar wilayah Aceh.
Bahkan dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap keselamatan transportasi baik di darat, laut maupun transportasi udara, serta mengganggu aktifitas masyarakat.
Lalu, tambah Siswanto, kemunculan Alawan konvektif seperti Awan Cumulonimbus (Cb) dengan persentase cakupan maksimum antara 50–75 persen/occasional) selama tujuh hari ke depan, diprediksi masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.
"Artinya, pada saat ini situasi cuaca belum normal.
Masih akan ada kecenderungan peningkatan curah hujan di atas normal yang bisa mencapai 70 persen, lalu disertai angin kencang dan petir," katanya.
Tentu kondisi ini, lanjut Siswanto, akan mengganggu kenyamanan terhadap aktifitas masyarakat.
Termasuk keselamatan pada jalur penerbangan sipil, khususnya yang berada pada jalur penerbangan Kualanamu ke Bandara Malikussaleh Aceh Utara.
Khusus untuk kondisi cuaca di wilayah pelayanan BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, lanjut Siswanto, seminggu ke depan secara umum cerah berawan hingga berawan, kususnya pada pagi hingga siang hari.
Hal ini ditandai kondisi kelembaban udara (RH) pada lapisan 700 dan 500 hPa cenderung menurun atau relatif kering.
Baca juga: Cuaca Buruk Masih Melanda, Kapal Penyeberangan Tidak Berlayar di Simeulue
Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah Pesisir Timur Aceh seperti Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur dan Kota Langsa maupun dataran tinggi Bener Meriah pada sore hingga menjelang malam hari, masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan.
Kondisi tersebut, sebut Siswanto, dikarenakan adanya faktor gangguan cuaca pada skala lokal seperti konveksi proses pemanasan di wilayah perkotaan yang masih kuat, dengan kata lain fluktuasi curah hujan akan tersebar tidak merata atau turun secara sporadis seperti hari-hari sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepalabmkg-malikussaleh-aceh-utara-siswanto-bicara-titik-panas-di-aceh.jpg)