Harga Telur
Harga Telur Ayam Ras Melambung Tinggi, Tembus Rp 52.000 per Lemping
Akibat dari kenaikan harga tebus tersebut, harga ecerannya sekarang ini sudah mencpai Rp 52.000/lemping, dari sebelumnya Rp 50.000/lemping.
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga telur ayam ras asal Medan kembali naik menjelang tahun baru 2022.
Harga tebusnya di tingkat penyalur saat ini sudah mencapai Rp 495.000/ikat (300 butir/10 lemping). Sedangkan harga ecerannya menembus Rp 52.000/lemping (30 butir).
Aldy Safrullah, salah seorang penyalur telur ayam ras asal Medan yang ditemui Serambi di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Minggu (26/12) mengatakan,harga telur ayam ras asal Medan naik lagi menjadi Rp 495.000/ikat, dari sebelumnya Rp 475.000/ikat.
Akibat dari kenaikan harga tebus tersebut, harga ecerannya sekarang ini sudah mencpai Rp 52.000/lemping, dari sebelumnya Rp 50.000/lemping.
• Pria 46 Tahun Pingsan usai Minum Obat Kuat Sebelum Kecan, Ternyata Dibius dan Mobil Dibawa Lari
Kendati harga telur ayam ras asal Medan itu melonjak, kata Aldy, permintaannya dari pedagang ecer dan masyarakat tetap tinggi. Pada hari Rabu (22/12) lalu, ada masuk telur ayam ras sebanyak 1.200 ikat.
Pada Minggu (26/12) ini, stoknya tinggal 200 ikat lagi, dan pada Senin besok (27/12) akan masuk lagi sebanyak 1.200 ikat.
Selama bulan Desember ini, kata Aldy, permintaan telur dari masyarakat meningkat mencapai sebesar 70 persen.
Kenaikan permintaannya, pertama bulan ini masih bulan maulid nabi, banyak masyarakat melaksanakan kenduri maulid dan kedua dikarenakan harga ikan dalam minggu ini sangat tinggi.
“Untuk menghemat biaya pengeluaran rumah tangga, sebagian masyarakat mengalihkan ke telur, sebagai pengganti protein ikan, bagi tubuhnya,”ujar Aldy.
• Partai Dramatis Indonesia vs Singapura Disorot Media Asia Tenggara, Kepemimpinan Wasit Dikritik
Selain telur, ungkap Aldy, harga tebus minyak goreng curah kelapa sawit di Medan, pada hari Minggu ini, naik lagi menjadi Rp 18.700/Kg, dari sebelumnya Rp 18.500/Kg.
Akibat kenaikan harga tebus minyak goreng curah kelpa sawit di Medan, harga eceran minyak goreng curah di Pasar Induk Lambaro Minggu ini berkisar antara Rp 20.000 – Rp 22.000/Kg.
Selain telur dan minyak goreng curah kelapa sawit yang harga tebusnya naik di Medan, kata Aldy, ada satu jenis komoditi lagi, yang kenaikan harganya cukup tinggi, yaitu kacang kuning.
Stok barangnya banyak di Medan, tapi anehnya, harga tebusnya terus bergerak naik menjadi Rp 570.000/sak (50 kg), dari sebelumnya Rp 550.000/Kg.
Harga tebus kacang kuning, terus meningkat, menurut informasi dari penyalur di Medan, kata Aldy, karena harga beli impornya di Amerika sudah tinggi.
Importir kedelai di Medan, meskipun harga belin di Amerika sudah tinggi, tapi mereka tetap saja mengimpornya dari Amerika, karena paska penurunan kasus covid 19 di berbagai daerah, permintaan tempe dan tahu di pasara meningkat, termasuk di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Setiap hari, kata Aldy, jumlah kacang kuning yang terjual antara 30 – 40 sak, sebelumnya hanya berkisar 25 – 30 sak. Kenaikan permintaan kacang kedelai, juga diikuti dengan kenaikan permintaan tempe dan tahu di pasar.
“ Hal ini disampaikan para produsen tempe dan tahu kepada kami,”ujar Aldy.
Permintaan tempe dan tahu, pada bulan ini, menurut pengusaha tempe dan tahu di Banda Aceh dan Aceh Besar kepada kami, naik sekitar 60 – 80 persen.
• Sopir Taksi Online Aniaya dan Lecehkan Penumpang Wanita Gegara Muntah Ditangkap, Kini Jadi Tersangka
“Karena permintaan tempe dan tahunya, juga melonjak, kenaikan harga kacang kedelai tidak begitu memberatkan produsen tempe dan tahu,” ujar Aldy.
Gula pasir, kata Aldy, permintannya relatif stabil. Harganya minggu sedikit turun di bandingkan minggu lalu.
Minggu lalu harganya mencapai Rp 615.000/sak (50 Kg), minggu ini turun menjadi Rp 610.000/sak.
Penurunan harga gula pasir, karena jelang tahun baru ini, permintannya stabil dan tidak melonjak setinggi telur ayam ras, minyak goreng curah dan kacang kuning.
Tepung terigu, lanjut Aldy, harganya relatif stabil. Tepung terigu merek dragon Rp 175.000/sak (25 Kg), tepung terigu merek falcon Rp 195.000/sak dan tepung terigi segitiga biru Rp 203.000/sak.
Tepung kanji Rp 200.000/sak (25 Kg)Beras. Beras ketan impor dari Thailand harganya Rp 340.000/sak (25 Kg), kacang tanah ukuran kecil Rp 27.000/Kg dan ukuran besar Rp 28.000/Kg, kacanag hijau Rp 22.000/sak.
Bawang putih Rp 215.000/bungkus (10 Kg) dan bawang merah peking impor dari Cina Rp 125.000/bungkus (10 Kg) dan bawang merah lokal berkisar Rp 28.000 – Rp 30.000/Kg.
Sedangkan cabe merah pada akhir tahun 2021 ini harganya sedikit jatuh Rp 20.000/Kg.
Sementra itu, Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmansi MSi yang dikonfirmasi terkait kenaikan harga telur ayam ras di Medan.
Ia mengatakan, harga telur ayam ras naik, disebabkan dua faktor, pertama jelang akhir tahun 2021 dan tahun baru 2022, permintaannya naik dua kali lipat dari kondisi normalnya, otomatis, pedagngan yang berani bayar tinggi, maka order/pesanan mereka yang akan dipenuhi lebih dulu.
Kedua, karena harga pakan ternak ayam petelur, sejak bulan lalau, sudah meningkat hampir 100 persen, sehingga peternak ayam petelur harus meningkatkan harga jual telurnya dari Rp 1.500, naik menjadi Rp 1.600/butir.
Jadi kenaikan harga jual telur itu, salah satu nya untuk memenuhi lonjakan biaya produksi, terutama untuk penyediaan pakannya.
Disnak Aceh, kata Rahmandi, memiliki dua lokasi peternajan ayam petelur di Saree dan Blang Bintang, Aceh Besar. Jumlah ayam nya sekitar 46.337 ekor, setiap harinya memproduksi telur sekitar 34.652 butir atau sebesar 75 persen, dari jumlah ayam yang dipelihara.
“Harga jual telur ayam ras milik Disnak Aceh memgikuti kondisi harga tebus di Medan. Saat ini harganya cukup bagus, sekitar Rp 1.600/butir atau Rp 48.000/lemping (30 butir),”ujar Rahmandi.
Dari usaha kegiatan peternakan ayam petelur di saree dan Blang Bintang ini, lanjut Rahmandi, Disnak Aceh melalui UPTD Ruminansianya, sudah menyetor PAA pada tahun anggaran 2021 cukup besar, mencapai belasan miliar rupiah.
Kehadiran kegiatan usaha peternakan ayam petelur milik Disnak Aceh yang ada di Saree dan Blang Bintang, Aceh Besar itu, kata Rahmandi, tidak hanya memberikan pemasukan PAA yang besar uintuk Pemerintah Aceh, tapi juga turut membantu tambahan stok telur ayam ras di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan Pidie, pada saat pasokan telur ayam ras dari Medan terlambat dan menurun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penyalur-telur-98uyuio.jpg)