Kamis, 16 April 2026

Ridwan Kamil Bernostalgia ke Museum yang Didesainnya 15 Tahun lalu

Memperingati 17 tahun gempa dan tsunami Aceh, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berkunjung ke Museum Tsunami Aceh pada Sabtu (25/12/2021)

Editor: bakri
For Serambinews.com
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin berkunjung ke Museum Tsunami Aceh pada Sabtu, (25/12). Kunjungannya kali ini menjadi momen dirinya untuk bernostalgia dengan Museum Tsunami yang didesainnya sekitar 15 tahun lalu. 

Memperingati 17 tahun gempa dan tsunami Aceh, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berkunjung ke Museum Tsunami Aceh pada Sabtu (25/12/2021).

Kunjungan itu menjadi momen nostalgia bagi Ridwan Kamil dengan museum yang didesainnya sekitar 15 tahun lalu.

Museum tersebut dibangun pada tahun 2006 dan selesai sekitar 2008.

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Barat itu, turut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin.

Setibanya di Museum Tsunami, Kang Emil--sapaan akrab Ridwan Kamil--langsung berkeliling melihat isi dalam museum.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Selasa (21/11/2017).
Ridwan Kamil saat ditemui di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Selasa (21/11/2017). ((Dokumentasi Humas Pemkot Bandung))

Ia juga terlihat membuat video pribadi di dalam museum itu dan meng-upload ke media sosialnya.

Ridwan Kamil mengatakan, ia terakhir kali mengunjungi Museum Tsunami pada 2017 lalu.

Ia mengapresiasi pengelola yang menjaga museum itu tetap rapi dan bersih hingga saat ini.

“Kalau saya lihat, ini perawatannya sangat baik, semenjak peralihan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Aceh,” kata Kang Emil.

Ia menegaskan, fungsi museum itu sebanarnya sebagai gedung penyelamatan jika terjadi bencana.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin (kiri) memantau penerapan protokol kesehatan (protkes) pengunjung Museum Tsunami Aceh, Jumat (19/2/2021).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin (kiri) memantau penerapan protokol kesehatan (protkes) pengunjung Museum Tsunami Aceh, Jumat (19/2/2021). (SERAMBI/ SUBUR DANI)

Sehingga, bahan atapnya menggunakan beton yang mampu menampung ribuan orang.

Baca juga: Begini Reaksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil Melihat Museum Tsunami Aceh yang Didesainnya 15 Tahun Lalu

Baca juga: Didesainnya 15 Tahun Lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Kembali Kunjungi Museum Tsunami Aceh

“Perlu kita catat bahwa fungsi bangunan ini sebetulnya sebagai gedung penyelamatan.

Maka, atapnya beton, jadi ribuan orang bisa kita selamatkan,” ujarnya.

Sebagai seorang arsitek, kenang Ridwan Kamil, Museum Tsunami Aceh menjadi bangunan terpenting yang pernah dirancangnya.

“Ini bangunan terpenting dalam sejarah Tsunami Aceh dan yang terpenting dalam pribadi saya sebagai arsitek,” ujarnya.

Ridwan Kamil berharap, pengelola Museum Tsunami Aceh tetap merawat bangunan itu dengan baik, agar wisatawan yang berkunjung ke gedung itu bisa nyaman.

“Yang namanya bangunan, itu kan dalam jangka lima atau 10 tahun harus dirawat.

Ini penting,” kata dia.

Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, mengapresiasi kedatangan Ridwan Kamil ke Museum Tsunami Aceh.

Apalagi, menurutnya, Ridwan Kamil juga akan ikut menghadiri peringatan 17 tahun Tsunami Aceh yang digelar besok (hari ini-red).

“Kita mengapresiasi Pak Ridwan Kamil, di segala kesibukannya beliau masih sempat meluangkan waktu untuk ikut menghadiri peringatan 17 tahun tsunami Aceh,” ungkap Jamaluddin. (mun)

Baca juga: VIDEO Jelang Peringatan Tsunami Aceh 26 Desember, Museum Tsunami Masih Direnovasi

Baca juga: Karya Pelajar Aceh di Tsunami Sains Project akan Dipamerkan di Museum Tsunami

Baca juga: Pengunjung Wajib Patuhi Protkes, Museum Tsunami Kembali Disambangi Wisatawan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved