Breaking News:

Pengunjung Wajib Patuhi Protkes, Museum Tsunami Kembali Disambangi Wisatawan

Wisata Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh kembali dibuka pada Desember 2020 lalu, setelah ditutup sejak Maret 2020

SERAMBI/ SUBUR DANI
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin (kiri) memantau penerapan protokol kesehatan (protkes) pengunjung Museum Tsunami Aceh, Jumat (19/2/2021). 

BANDA ACEH - Wisata Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh kembali dibuka pada Desember 2020 lalu, setelah ditutup sejak Maret 2020, karena pandemi Covid-19. Sejak dibuka beberapa bulan lalu, museum tsunami kembali ramai dikunjungi, dan para pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan (protkes).

Pantauan Serambi di Museum Tsunami, Jumat (19/2/2021), sejumlah wisatawan lokal kembali berkunjung ke sana sejak pagi sekira pukul 09.00 WIB. Parkir kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, terlihat kembali berisi di kompleks museum yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 itu.

Terlihat para pengunjung datang dengan mematuhi protkes, memakai masker, dicek suhu tuuh di pintu masuk, dan antre dengan menjaga jarak saat masuk ke dalam museum.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin SE MSi Ak, kemarin turut mematau aktivitas di Museum Tsunami di sela-sela menghadiri kegiatan peluncuran buku istri Kapolda Aceh, Winta Wahyu Widada yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan di lantai dua museum tersebut.

Kepada media, Jamaluddin mengatakan, sejak dibuka pada Maret, pengunjung mulai kembali berdatangan untuk menikmati wisata sejarah musibah tsunami. Jamaluddin juga mengaku, memang jumlah pengunjung belum stabil seperti saat sebelum pandemi, namun ia menyebutkan, minat para wisatawan perlahan kembali tumbuh untuk berkunjung ke salah atu icon Aceh itu.

"Alhamdulillah sejak Desember 2020 lalu Museum Tsunami sudah kita buka lagi, setelah tutup sejak Maret 2020 saat awal pandemi Covid-19. Dan pengunjung perlahan mulai ada lagi, alhamdulillah sejak kita buka setiap hari ada terus yang datang," katanya.

Jamaluddin mengatakan, agar pariwisata di Aceh kembali menggeliat seperti sedia kala, pihaknya saat ini menerapkan protokol kesehatan (protkes) kepada semua pengunjung di semua tempat wisata yang ada di Aceh. Era kebiasaan baru, mengharuskan masyarakat di Aceh untuk mematuhi aturan protkes sebagaimana anjuran pemerintah. Dengan begitu, geliat wisata bisa kembali bangkit dengan tetap mematuhi protkes agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Jadi, katanya, setiap pengunjung wajib memathui protkes, seperti memakai masker, cek suhu tubuh, dan menjaga jarak saat antre masuk dan saat menikmati wisata di dalam museum. "Petugas kita setiap hari menjaga itu, di pintu masuk para pengunjung akan dicek bermasker apa tidak, jika tidak, tidak diizinkan masuk. Kemudian dicek suhu tubuh dan menjaga jarak," katanya.

Pihak museum katanya, menerapkan protkes secara ketat bagi setiap pengunjung. Di luar museum juga disediakan beberapa tempat cuci tangan. "Jadi sebelum masuk pengunjung bisa cuci tangan, begitu juga saat pulang," pungkasnya.

Salah satu aturan untuk menjaga protokol kesehatan (protkes) bagi wisatawan, pihak Museum Tsunami kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, membatasi jumlah pengunjung di dalam gedung. Petugas membatasi pengunjung maksimal 100 orang berada di dalam. "Maksimal 100 orang di dalam gedung, kita sistem buka tutup. Nanti keluar 10 orang, masuk 10 orang. Petugas nanti menghitungnya setiap pengunjung yang datang, ini juga untuk menjaga protkes," katanya.

Sedangkan untuk objek wisata, tidak dibatasi. Pengunjung diizinkan untuk menikmati sepuas-puasnya selama berada di dalam museum. "Jadi sekali lagi kita imbau, mari semua pengunjung yang datang ke sini wajib menggunakan masker. Alhamdulillah selama ini semuanya sudah patuh, sama-sama kita menjaganya agar pariwisata kita kembali seperti biasa," pungkasnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved