Minggu, 26 April 2026

Kapal Rohingya Masih di Laut Bebas, Belum Masuk Perairan Indonesia

Kapal berpenumpang pengungsi Rohingnya yang diinformasikan berada di perairan Bireuen, dua hari lalu ternyata masih berada di laut bebas

Editor: bakri
Dok Abu Laot
Satu unit boat diduga pengungsi etnis Rohingya sedang berada di perairan Bireuen atas Kecamatan Samalanga, Minggu (26/12/2021) sore 

BIREUEN - Kapal berpenumpang pengungsi Rohingnya yang diinformasikan berada di perairan Bireuen, dua hari lalu ternyata masih berada di laut bebas dan belum masuk ke perairan Indonesia.

Infomasi tentang kepastian posisi kapal yang awalnya dikabarkan mengalami kerusakan mesin hingga terombang ambing di tengah laut wilayah Samalanga dan Peudada, Kabupaten Bireuen

Hal itu disampaikan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe, Kolonel Marinir Dian Suryansah SE MM MTr Hanla, kepada wartawan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, Selasa (28/12/2021).

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansah SE MM MTr Hamla didampingi Kapolres Bireuen, Bupati Bireuen memberikan keterangan menyangkut keberadaan kapal Rohingya di perairan bebas, Selasa (28/12/2021) di PPI Peudada.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansah SE MM MTr Hamla didampingi Kapolres Bireuen, Bupati Bireuen memberikan keterangan menyangkut keberadaan kapal Rohingya di perairan bebas, Selasa (28/12/2021) di PPI Peudada. (SERAMBINEWS/YUSMANDIN IDRIS)

Awalnya, kata Danlanal, pihaknya menerima informasi bahwa ada kapal yang diduga ditumpangi para pengungsi dari Myanmar, sedang terombang-ambing di tengah laut dan berada dalam wilayah perairan Indonesia.

Mendapat kabar itu, sebut Kolonel Marinir Dian Suryansah, sejumlah personel angkatan laut bergerak ke laut untuk memastikan posisi kapal tersebut serta memastikan kemana tujuannya dan penyebab mereka berada di kawasan itu.

Danlanal mengungkapkan, satu tim Angkatan Laut di wilayah Langsa juga dikerahkan ke Bireuen untuk membantu memastikan keberadaan kapal tersebut.

“Akhirnya diketahui kapal Rohingnya yang tertambat pada salah satu rumpun nelayan itu berada di kawasan laut bebas.

Lokasi persisnya masih jauh dari batas teritorial wilayah laut Indonesia,” ujarnya.

Setelah mendapat kepastian itu, menurut Danlanal, pihaknya segera melakukan koordinasi.

Hasilnya, sejumlah tim bergeser dan bergerak ke lokasi.

Namun, pada jarak 35 mil dari bibir pantai belum ditemukan.

Karena lokasinya jauh sekali, maka perlu persiapan yang matang.

Beberapa nelayan yang diajak ikut serta juga tidak berani ke kawasan tersebut karena jaraknya jauh.

“Temuan kapal Rohingya itu sudah dikoordinasikan dengan pimpinan,” ucap Danlanal.

Ia menyebutkan, tugas TNI Angkatan Laut adalah mengamankan perbatasan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved