Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Utara

Ini Jumlah Pupuk Urea serta Amoniak yang Diproduksi PIM Selama Tahun 2021

Tahun 2021, realisasi produksi urea oleh PT PIM sebesar 389.100,83 ton atau 84.59% dari rencana produksi 460.000 ton/tahun.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Dok PIM
Direksi PIM melakukan pengantongan akhir tahun 2021 dan pengantongan awal Tahun 2022 pupuk Urea. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON –  PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) pada Jumat (31/10/2021), melaksanakan pengantonganakhir Tahun 2021dan pengantongan awal pupuk urea tahun 2022 di perusahaan tersebut. 

Kegiatan itu dihadiri Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto, Direktur Keuangan & Umum Rochan Syamsul Hadi dan seluruh Senior Vice President, VP dan AVP serta  staf. 

Pada kesempatan yang sama PIM juga melakukan pengapalan terakhir di pelabuhan PIM. Kegiatan tersebut sebagai wujud pencapaian kinerja dan kelancaran operasional perusahaan.

Acara ini dilakukan secara internal perusahaan saja mengingat kondisi pandemi Covid-19 masih membatasi ada keramaian di lokasi pabrik dan perkantoran.

“Momen seperti ini sudah beberapa tahun tidak kita lakukan,” ujar Direktur Operasi & Produksi PT PIM Jaka Kirwanto, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (2/1/2022). 

Karena itu, Jaka berharap kegiatan pengantongan akhir tahun dapat terus dilakukan untuk memotivasi serta membangun semangat seluruh karyawan demi meningkatkan kinerja perusahaan.

"Tahun ini realisasi produksi urea sebesar 389.100,83 ton atau 84.59% dari rencana produksi 460.000 ton/tahun,” kata Jaka. 

Sedangkan, Amoniak sebesar 257.646,25 ton atau 96.57% dari rencana produksi 266.800 ton/tahun. 

“Kita patut bersyukur dengan pencapaian produksi tersebut, terlebih saat ini kita hanya mengandalkan satu pabrik saja. Alhamdulillah atas semangat, doa, dan kerja keras seluruh karyawan semua kita dapat memenuhi kebutuhan pupuk urea subsidi dan bahkan kembali melakukan ekspor serta memenuhi kebutuhan pupuk urea komersil di dalam negeri,” ujar Direktur Operasi PIM.

Saat ini PIM memilikitiga unit mesin pengantongan dengan kapasitas 2.400 - 2.700 ton/hari.  Produk yang telah dikantongi langsung didistribusikan atau disimpan dalam gudang bag storage dengan kapasitas simpan di gudang lini I,5.000 ton.

"Alhamdulillah tahun ini kita dapat melaksanakan program reaktivasi Pabrik PIM-1, yang mana PIM-1 sudah berhenti beroperasi secara utuh sejak lama. Sudah bertahun-tahun kita hanya mengandalkan 1 pabrik saja, InsyaAllah dalam waktu dekat ini kita dapat menjalankan lagi kedua pabrik seperti masa dulu." katanya.

Baca juga: Petani Binaan LSM Flofa Tingkatkan Produksi Bawang Merah Setelah Gunakan Ground E dan Foxxin

Ia menyebutkan, reaktivasi PIM-1 dijalankan untuk dapat terus mengoptimalkan operasional pabrik dan adanya ketersediaan LNG di dalam negeri. 

Selain itu juga program ini merupakan salah satu program strategis Pupuk Indonesia dan PIM. 

Dengan harapan dapat meningkatkan volume produksi sehingga keuntungan perusahaan semakin besar, meningkatkan fleksibilitas operasi, harga ekspor urea naik, optimalisasi aset PIM, peningkatan ekonomi Aceh, penambahan tenaga kerja, dan kesejahteraan lingkungan perusahaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved