Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Bupati Aceh Tamiang Harus Empat Kali Naik Rakit ketika Meninjau Kampung Babo

Sejumlah permukiman di Aceh Tamiang terisolir akibat meningkatnya ketinggian banjir pada Senin (3/1/2022) dini hari

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil menumpang rakit saat akan meninjau lokasi banjir di Babo, Kecamatan Bandarpusaka, Senin (3/1/2022) 

KUALASIMPANG - Sejumlah permukiman di Aceh Tamiang terisolir akibat meningkatnya ketinggian banjir pada Senin (3/1/2022) dini hari.

Ketinggian air dilaporkan warga mengalami peningkatan dibanding musibah setahun terakhir.

Bahkan, warga mengklaim banjir kali ini merupakan yang terparah sejak banjir bandang pada 2006.

"Sejak banjir bandang 2006, ini yang paling parah.

Camat Bandarpusaka, Cakra Agie menerobos banjir yang melanda Kampung Serba, Aceh Tamiang, Senin (3/1/2022). Banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang ini diklaim yang terburuk sejak banjir bandang 2006 lalu. SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Camat Bandarpusaka, Cakra Agie menerobos banjir yang melanda Kampung Serba, Aceh Tamiang, Senin (3/1/2022). Banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang ini diklaim yang terburuk sejak banjir bandang 2006 lalu. SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA (SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA)

Biasanya hanya sebetis, ini lebih dari satu meter," kata warga di Kampung Serba, Bandarpusaka.

Kecamatan Bandarpusaka memang salah satu kecamatan terparah yang terendam banjir.

Selain Kampung Serba, Kampung Babo yang letaknya lebih ke hulu juga mengalami dampak parah.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil secara khusus meninjau sendiri Kampung Babo.

Dengan mengendarai mobil sendiri, Mursil ingin memastikan kondisi masyarakat di sana sekaligus untuk mengetahui langsung perkembangan debit air.

"Hari ini, kondisi Kota Kualasimpang dan wilayah hilir sangat tergantung dengan kondisi Babo.

Kalau air terus naik, maka banjir akan semakin meluas," kata Mursil.

Namun bukan hal mudah untuk menjangkau kawasan ini karena beberapa titik genangan air sudah memutus jalur transportasi.

Mursil harus bergantian menumpang perahu serta rakit dari batang pisang yang diikat kayu untuk menjangkau daerah tujuan.

"Saya saksikan sendiri banjir kali ini luar biasa, tidak pernah air setinggi ini, saya perkirakan ini dua meter," kata Mursil ketila terjebak di Kampung Alurjambu.

Dalam kesempatan itu, Mursil terus menghubungi seluruh Camat dan Kepala Pelaksana BPBD, Syahri untuk terus mendata dan mengawasi perkembangan banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved