Internasional

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang Pria Tak Dikenal, Kendaraan Rusak dan Barang Dicuri

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mendapat serangan dari sejumlah pria tak dikenal. Pelaku merusak kendaraan dan mencuri barang-barang resmi,

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Satu kelompok pasukan penjaga perdamaian PBB melakukan pawai di Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mendapat serangan dari sejumlah pria tak dikenal.

Pelaku merusak kendaraan dan mencuri barang-barang resmi, kata seorang pejabat PBB, Rabu (5/1/2022).

Perkelahian dengan Pasukan penjaga perdamaian PBB tidak jarang terjadi di Lebanon selatan.

Sejak Pasukan penjaga perdamaian PBB diperluas setelah perang tahun 2006 antara Israel dan kelompok militan Hizbullah Lebanon.

Pasukan PBB, yang dikenal sebagai UNIFIL, meminta pihak berwenang Lebanon untuk menyelidiki dengan cepat dan menyeluruh.

UNIFIL menuntut semua yang bertanggung jawab atas kejahatan ini," kata Kandice Ardiel, pejabat pers UNIFIL.

Baca juga: China Gembar-gemborkan Perannya Dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timur Tengah dan Afrika

Dia menambahkan serangan itu terjadi pada Selasa (4/1/2022) malam.

Media lokal melaporkan penduduk kota selatan Bint Jbeil bentrok dengan pasukan penjaga perdamaian Irlandia.

Dikatakan, mereka mengambil foto rumah-rumah penduduk.

Laporan tersebut menambahkan pasukan PBB tidak didampingi oleh pasukan Lebanon.

Bint Jbeil, benteng Hizbullah dan sebagian besar wilayahnya dihancurkan selama perang tahun 2006.

Ardiel mengatakan bertentangan dengan disinformasi yang tersebar, pasukan penjaga perdamaian tidak mengambil foto dan tidak berada di properti pribadi.

Baca juga: Sekjen PBB Dukung Tuntutan Keadilan Oleh Korban Ledakan Pelabuhan Beirut

Dia menambahkan pasukan penjaga perdamaian sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan anggota tentara Lebanon untuk patroli rutin.

“UNIFIL mengutuk serangan terhadap pria dan wanita yang melayani tujuan perdamaian, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum Lebanon dan internasional,” kata Ardiel.

Dia menambahkan UNIFIL juga mengutuk mereka yang memanipulasi penduduk lokal untuk memenuhi tujuan mereka.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved