Liga 3 Aceh Musim 2021
Duel Galaticos FC Bireuen-Persip Pase Hujan Kartu, Wasit Usir Dua Pemain
Menyaksikan insiden itu, wasit Hamdani langsung bertindak dengan berlari untuk melerai duel tersebut.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Laga semifinal kompetisi Liga 3 musim 2021 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (5/1/2021) diwarnai hujan kartu.
Dalam duel penentuan itu, Galaticos FC Bireuen keluar sebagai pemenang usai membungkam perlawanan Persip Pase Aceh Utara.
Klub milik H Ziaurahman alias H Uun menang tipis 1-0.
Wasit asal Gayo Lues, Hamdani harus bekerja keras selama 90 menit dalam memimpin pertandingan penting itu.
Ternyata, dia benar-benar bertugas tanpa kompromi dan tegas.
Hamdani sama sekali tak mau berkomunikasi dengan pemain ketika mereka melakukan protes.
Banyaknya pelanggaran dan benturan keras sepanjang pertandingan, memaksa Hamdani harus mengeluarkan lima kartu kuning dan dua kartu merah.
Tiga kartu kuning untuk Persip Pase, dan dua buat Galaticos FC Bireuen.
Baca juga: Liga 3 PSSI Aceh, Gol Tunggal Zulfikar Antar Galaticos FC Bireuen ke Final
Baca juga: PSBL Langsa Bantai Tamiang United 6-0, Berhak Melaju Ke Babak 8 Besar Liga 3 Wilayah Aceh
Baca juga: Kasus Kekerasan Wasit Sepakbola, Polisi Tahan Dua Pemain Liga 3
Baca juga: Taufik Ramsyah Kiper Tim Liga 3 Meninggal Dunia Usai Menderita Cedera Kepala
Pada menit 85, terjadi perkelahian tanpa bola terjadi di tengah lapangan pertandingan.
Menyaksikan insiden itu, wasit Hamdani langsung bertindak dengan berlari untuk melerai duel tersebut.
Sebelum memberikan keputusan, ternyata Hamdani lebih dulu berdiskusi dengan asisten wasit asal Aceh Besar, Edi Irwansyah.
Usai berdiskusi, wasit Hamdani langsung menghadiahkan dua kartu merah.
Kartu merah diberikan kepada striker Galaticos, Muhammad Arjun, dan center-bek Persip Pase, Muhammad Ridha Umami.
Kedua pemain ini dinilai bisa memicu keributan dalam duel itu. Praktis, sepuluh menit terakhir, kedua tim harus bermain dengan 10 pemain.
Sementara itu, pahlawan bagi kemenangan Galaticos pantas diberikan kepada striker degil, Zulfikar.
Pada menit 71, tendangan keras menyusur tanah melesat tajam ke gawang Persip Pase.
Sang penjaga gawang Persip Pase, Ferdian Putra hanya bisa melihat tanpa ada gerakan sama sekali.
Gol anak-anak Bireuen dihasilkan melalui kerjasama Zulfikar dengan bintang Pra-PORA Aceh Besar, Muhammad Arjun.
Memang, pemain bawah lawan sempat mencoba mengganggu.
Tapi, tanpa buang waktu Zulfikar langsung menghujam tendangan keras yang mendarat mulus ke gawang Persip Pase.
Ternyata, gol semata wayang Zulfikar ke gawang Persip Pase bertahan hingga pertandingan berakhir.
Bagi Zulfikar, ini menjadi gol keenamnya selama kompetisi Liga 3 musim 2021.
Keberhasilan itu memastikan klub milik H Ziaurahman alias H Uun lolos ke putaran 64 besar nasional.
Bukan rahasia lagi, kalau PSSI Pusat pada musim 2021 memberikan kuota kepada masing-masing PSSI provinsi sebanyak dua klub.
Dua tiket nasional itu akan menjadi milik juara dan runner-up masing-masing Asprov PSSI.
Sejenak wasit asal Gayo Lues, Hamdani SPd melengkingkan peluit akhir, Luis Irsandi dkk langsung melakukan sujud syukur di tengah lapangan.
H Uun bersama ofisial Galaticos menyambut kemenangan dengan memeluk satu persatu pemainnya.
Kegembiraan tersebut berlanjut hingga ke ruang ganti.
Pemandangan berbeda terjadi di kubu Persip Pase.
Usai pertandingan berakhir, Muzakir Mane dkk langsung terduduk lesu.
Mereka hanya mampu meratap kekalahan menyakitkan itu.
Sikap sportif diperlihatkan pemain Galaticos yang datang ke arah Erik Syahputra dkk.
Baca juga: Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Dalam Jumlah Besar
Baca juga: Hong Kong Tahan Ribuan Penumpang Kapal Pesiar, Sembilan Penumpang Positif Omicron
Baca juga: Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang Pria Tak Dikenal, Kendaraan Rusak dan Barang Dicuri
Baca juga: Barak Napi Lapas Lhokseumawe Digeledah, Petugas Temukan Handphone hingga Barang Tajam
Boleh jadi, kesuksesan ini terhitung sebagai prestasi tertinggi bagi pendatang baru di sepakbola Aceh.
Pada musim 2019, Galaticos FC finis di posisi kedua di bawah Persidi Idi yang tampil sebagai juara Liga 3 PSSI Aceh.
Saat itu, Galaticos lolos ke pusingan Sumbagut.
Di edisi pertama tahun 2019, prestasi punggawa Galaticos terhitung mengesankan.
Mereka menjadi satu-satunya klub di Liga 3 PSSI Aceh yang tak pernah kalah.
Sementara di musim 2021, PSAA Abulyatama sukses mengalahkan Galaticos di babak delapan besar.
Tifaul Ulfi dkk menang 2-1.
Kini, meski baru dua kali menjadi kontestan Liga 3 di Tanah Rencong, klub bermarkas di Kabupaten Bireuen tersebut memiliki peluang juara.
Besutan Budiman Fauzi menunggu pemenang babak semifinal antara Laskar Pase PSLS Lhokseumawe melawan Elang Biru PSBL Langsa.
Sementara peluang emas Persip Pase dimiliki ketika tendangan bebas playmaker mereka, Iksan Firnanda.
Hanya saja, hentakan kerasnya menghantam mistar gawang Galaticos FC.
Mantan kiper PON Kalimantan Timur, Agus Susanto juga tampil gemilang dalam mematahkan tekanan lawan sepanjang 90 menit.
Pada masa injury-time, pemain Persip Pase memprotes keputusan wasit Hamdani.
Mereka meminta sang pengadil untuk menghukum lawan dengan tendangan penalti.
Erik Saputra dkk menilai pemain bawah Galaticos melakukan hands-ball.
Meski diprotes keras, Hamdani tetap kepada keputusan bahwa tidak ada terjadi hands-ball dalam kotak terlarang.
Hingga pertandingan berakhir, Galaticos menang 1-0 sekaligus mengunci tiket lolos ke babak 64 nasional pada 15 Januari 2022 mendatang.
Sebagaimana diketahui, Martunis BA dkk datang ke arena semifinal berstatus sebagai juara grup.
Dari tiga partai dilakoni, mereka berhasil mengatasi perlawanan PSAS Singkil dengan skor telak 3-0.
Di partai kedua, M Rizal dkk mampu menang tipis 1-0 atas PSBL Langsa dalam pertandingan ketat.
Namun, dua kemenangan mereka dinodai oleh punggawa PSAA Abulyatama Lampoh Keude, Aceh Besar.
Meski diperkuat oleh pemilik klub, H Ziaurahman, Galaticos menyerah 1-2.
Dengan koleksi enam poin, Galaticos tampil sebagai juara grup, sementara PSBL Langsa harus puas selaku runner-up.(*)
Baca juga: VIDEO Cerita Brigadir Miswandi, Polisi di Aceh yang Rela Jaga Jemuran Gabah Agar Warga Bisa Vaksin
Baca juga: VIDEO - Kisah Perempuan Kembar Punya Adik Kembar Jarak Usia 20 Tahun, Bagi Tugas Jaga Adik
Baca juga: VIDEO Curhat Pilu Istri, Suami Kirim Pesan Tunggu di Rumah, Ternyata yang Datang Jenazah Suaminya
Baca juga: VIDEO - Heboh, Warga Lhokseumawe Temukan Ikan Berukuran Besar di Selokan