JAMKESNEWS

Lancar Cuci Darah, Nyawa Terselamatkan Berkat JKN-KIS

Jefry sangat bersyukur dengan adanya JKN-KIS ia dapat berobat dengan lancar dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya sedikitpun.

Editor: IKL
For Serambinews.com

Lancar Cuci Darah, Nyawa Terselamatkan Berkat JKN-KIS

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH.- Jefry Muntazier (42) harus rutin melakukan cuci darah setelah dirinya divonis oleh dokter menderita penyakit Gagal Ginjal Kronis pada Maret lalu. Saat ditemui Tim Jamkesnews ketika sedang melakukan pelayanan cuci darah di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dengan tegarnya ia menceritakan riwayat penyakit yang dideritanya.

Jefry menceritakan bahwa pada awal tahun 2020 ia mengalami hipertensi (darah tinggi). Jefry mengaku sempat sembuh dan berhenti mengkonsumsi obat karena merasa sudah sehat.

Namun karena kurangnya pengetahuannya, ternyata obat hipertensi dan pengencer darah harus rutin dikonsumsi. Selanjutnya setahun kemudian pada Februari 2021 kondisi dirinya semakin memburuk.

“Pada saat kondisi semakin memburuk saya sering mengalami muntah-muntah, kaki membengkak dan cepat lelah seperti sesak nafas.

Kemudian dokter merekomendasikan untuk cek laboratorium dan pada saat itulah baru ketahuan kalau ureum kreatinin tinggi dan saya divonis stadium 5 gagal ginjal kronis dan mengharuskan saya melakukan cuci darah,” ungkap bapak dua anak ini, Rabu (29/12).

Baca juga: BPJS Kesehatan Luncurkan Layanan Syariah, Dukung Qanun Layanan Keuangan Syariah Aceh

Baca juga: BPJS Kesehatan Proyeksikan Penerimaan Iuran JKNKIS Capai 137,42 Triliun

Jefry melanjutkan, dirinya sempat syok saat diharuskan melakukan cuci darah dan sempat menolak karena bagi orang awam seperti Jefry cuci darah tersebut sangat mengerikan.

Namun setelah berkonsultasi lebih mendalam dengan para dokter akhirnya dengan tekad yang kuat untuk sembuh ia memberanikan diri untuk melakukan cuci darah yang pertama pada April 2021.

Ternyata menurutnya cuci darah yang dirasakan tidak mengerikan seperti yang ditakutkan selama ini.

“Kondisi saya saat ini jauh sekali berbeda, Alhamdulillah semakin membaik dan fit. Waktu itu juga mengambil keputusan cepat untuk serius dalam penyembuhan dan segera melakukan terapi cuci darah.

Sebelumnya saya cuci darah 2 hari sekali atau seminggu 3 kali , sekarang hanya 2 kali dalam seminggu,” kata Jefry yang terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui segmen Pegawai Pemerintah Non PNS (PPNPN) disalah satu Instansi Vertikal.

Baca juga: Tahun Ini, tak Ada Penerimaan CPNS di Kabupaten Aceh Singkil

Baca juga: Bolehkah Mengerjakan Puasa Ganti atau Qadha di hari Jumat? Ini Penjelasan Ustad Abdul Somad

Disisi lain, Jefry sangat bersyukur dengan adanya JKN-KIS ia dapat berobat dengan lancar dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya sedikitpun.

Sebelum ada JKN-KIS, ia menyampaikan jika banyak pasien cuci darah yang tidak tertolong karena ketiadaan biaya untuk berobat.

“Sangat bersyukur dengan adanya JKN-KIS karena dengan adanya JKN-KIS saya tidak memikirkan biaya kesehatan yang pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Apalagi berdasarkan pengetahuan saya, biaya untuk sekali cuci darah mencapai 1,5 juta dan belum termasuk obat-obatannya dan biaya perawatan lainnya.

Mungkin kalau gak ada JKN-KIS mana bisa saya cuci darah seperti ini karena nyawa kami sebagai pasien cuci darah sangat bergantung dengan JKN-KIS,” jelas Jefry.

Terakhir ia berharap agar program JKN-KIS ini berkelanjutan sehingga manfaat dan kemudahan yang sudah didapat selama ini dapat terus dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved