Kebakaran di Bireuen
Korban Kebakaran Rumah di Bireuen Terima Bantuan Masa Panik
Bantuan diterima korban kebakaran dan didampingi perangkat desa. Saat ini korban kebakaran untuk sementara menetap di rumah keluarga.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen melalui Dinas Sosial Bireuen, Minggu (09/01/2022) mengantar dan menyerahkan bantuan masa panik kepada Anwar Abdullah (52) warga Gampong Baro, Kota Juang Bireuen. Anwar Abdullah (52) dan keluarganya yang mengalami musibah yaitu rumahnya di Gampong Baro, Kota Juang Bireuen terbakar habis, Sabtu (08/01/2022) sore.
Adapun bantuan masa panik yang diantar tim Dinsos Bireuen berupa kompor gas, dandang ukuran sedang, wajan, tempat nasi dan sendok nasi.
Kemudian bantuan berupa beras, air mineral, minyak goreng, ikan kaleng/sarden, baju koko, sajadah ukuran pendek, mukena, seragam murid SD dan kopiah anak.Selanjutnya berupa gula pasir, kain wadimor dan seragam SMU serta bantuan lainnya.
Kadis Sosial Bireuen, Bob Mizwar SSTP MSi mengatakan, bantuan diterima korban kebakaran dan didampingi perangkat desa, korban kebakaran untuk sementara menetap di rumah keluarga.
Disebutkan, musibah tersebut berdampak besar, selain rumah ludes terbakar, satu unit mobil, dua sepeda motor, tujuh orang kehilangan tempat tinggal.
Rumah tersebut ditempati Anwar Abdullah dengan jumlah tanggungan tujuh jiwa lainnya yaitu istrinya bernama Nurmasyitah (47) dan enam anaknya yaitu Nurul (23), Nabila (21), Haiqal (17), Najwa (14), Fatur (9) dan Aisya (5).
Sebagaimana diberitakan, satu unit rumah permanen milik Anwar Abdullah (52) pegawai perbankan, warga Gampong Baro, Kota Juang ludes terbakar sekitar pukul 15.15 WIB, Sabtu (08/01/2022).
Baca juga: Rumah Beserta Isinya Ludes Terbakar di Bireuen, Penghuni Mengaku Dengar Ledakan dari Mobil di Garasi
Selain rumah terbakar, satu unit mobil Toyota Kijang Innova dan dua sepeda motor tinggal kerangka. Saat kejadian angin sedang berhembus kencang, kobaran api semakin membesar, dalam waktu tak lama api telah membakar seisi rumah dan atap rumah pun runtuh.
Sumber api diduga berasal dari garasi mobil. Saat kejadian, pemilik rumah sedang pergi ke tempat kenduri, sedangkan di rumah hanya ada tiga anaknya bernama Nurul (23), Fatur (9) dan Aisya (5) sedang berada dalam rumah.
Setelah mendengar suara ledakan mereka melihat api, ketiganya lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-kebakaran-rumah.jpg)