Jumat, 12 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Bertemu Islamic Relief Indonesia di Jakarta, Wali Kota Lhokseumawe Bahas Program Rumah Tahan Gempa

Program ini diharapkan dapat menyediakan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi keluarga dhuafa.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok Baitul Mal
BERTEMU IRI: Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar, bersama Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe Dr Damanhur Abbas, Lc, MA. melakukan pertemuan dengan jajaran Islamic Relief Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Lhokseumawe bertemu Islamic Relief Indonesia di Jakarta untuk membahas kerja sama strategis.
  • Kerja sama mencakup pembangunan 50 unit rumah tahan gempa bagi masyarakat kurang mampu.
  • Program Green Economy akan dikembangkan melalui penyediaan lahan untuk penanaman pohon bernilai ekonomi.
  • Islamic Relief Indonesia mengapresiasi transparansi dan akuntabilitas tata kelola Baitul Mal Lhokseumawe.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE — Pemerintah Kota Lhokseumawe terus memperkuat sinergi dengan lembaga kemanusiaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka silaturahmi dan pembahasan kerja sama yang telah berjalan selama satu tahun terakhir, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar bersama Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Damanhur Abbas, Lc, MA, melakukan pertemuan dengan jajaran Islamic Relief Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dari pihak Islamic Relief Indonesia hadir CEO Nanang Subana Dirja, didampingi Deputy I CEO Ade Reno Sudiarno dan Deputy II CEO Teuku Candra Kirana.

Pertemuan tersebut membahas evaluasi program yang telah berjalan di Kota Lhokseumawe serta merancang program strategis untuk tahun mendatang.

Salah satu hasil penting adalah komitmen dukungan pembangunan 50 unit rumah tahan gempa bagi masyarakat kurang mampu di Kota Lhokseumawe.

Program ini diharapkan dapat menyediakan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi keluarga dhuafa.

Selain sektor perumahan, kedua pihak juga membahas pengembangan program Green Economy yang akan menjadi fokus kerja sama ke depan.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen menyediakan lahan untuk penanaman pohon bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: BMK Lhokseumawe dan Islamic Relief Salurkan 7 Ekor Lembu Kurban di Ujung Pacu

Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Damanhur Abbas, menegaskan bahwa rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga tempat tumbuhnya harapan dan pendidikan keluarga.

“Rumah bukan sekadar tempat berteduh dari panas dan hujan, tetapi tempat membangun asa, menanamkan nilai kebaikan, serta melahirkan generasi penerus,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program kerja sama selama ini telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat, seperti pembangunan rumah dhuafa, pemberdayaan ekonomi produktif di Baloi, distribusi hewan kurban saat Idul Adha, serta bantuan tanggap darurat banjir.

Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepercayaan mitra internasional juga didukung oleh tata kelola Baitul Mal yang transparan dan akuntabel.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abu Bakar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Islamic Relief yang telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Program yang dijalankan tidak hanya membantu kebutuhan dasar warga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat. Pembangunan 50 rumah tahan gempa ini merupakan investasi kemanusiaan yang sangat berharga,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved