Berita Aceh Utara

Ternyata, Masih Ada Puluhan Korban Banjir di Aceh Utara yang Mengungsi 

“Masih ada warga yang mengungsi malam ini di meunasah, sekitar 25 Kepala Keluarga,” ujar Keuchik Mampre, Kecamatan Syamtalira Aron, M Yusuf...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Foto: Dok Desa Mampree
Keuchik Mampre, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara melihat warganya yang masih mengungsi di meunasah sampai Senin (10/1/2022) malam. 

“Masih ada warga yang mengungsi malam ini di meunasah, sekitar 25 Kepala Keluarga,” ujar Keuchik Mampre, Kecamatan Syamtalira Aron, M Yusuf kepada Serambinews.com, Senin (10/1/2022).

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Puluhan warga di Desa Mampree, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara hingga Senin (10/1/2022) malam masih mengungsi di meunasah, karena rumah mereka masih terendam banjir.

Banjir mulai merendam di kawasan itu pada Senin (3/1/2022).

Artinya, sudah sepekan warga di kawasan itu masih mengungsi. 

Warga yang masih mengungsi tersebut berasal dari Dusun Matang Jurong.

Dusun tersebut menjorok ke dalam, sekitar 2 kilometer dari meunasah desa setempat, dengan kondisi permukaan tanah lebih rendah dibandingkan dusun lain.

Sehingga, kawasan itu menjadi “penampungan” dari daerah lain.

“Masih ada warga yang mengungsi malam ini di meunasah, sekitar 25 Kepala Keluarga,” ujar Keuchik Mampre, Kecamatan Syamtalira Aron, M Yusuf kepada Serambinews.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga: VIDEO - Bencana Banjir dan Tanah Longsor Landa Jayapura

Mereka mengungsi karena belum bisa pulang ke rumahnya, karena masih terendam banjir. 

Disebutkan, sebagian warga lainnya dari dusun lain sudah pulang ke rumahnya, pada Minggu (9/1/2022) untuk membersihkan rumahnya, karena banjir sudah surut.

Selain itu, mereka juga tidak betah lagi mengungsi, karena sudah sepekan.

“Kawasan dusun itu dikelilingi tambak, sehingga air sangat lama surut,” katanya. 

Keuchik Mampree juga menyebutkan, kawasan itu biasanya memang lama surutnya, berdasarkan pengalaman banjir-banjir sebelumnya.

“Kalau untuk bantuan memang ada, tapi kita tidak bisa memprediksi berapa lama air surut di kawasan itu, kalau berlangsung lama dipastikan bantuan tidak mencukupi,” katanya.

Ditambahkan, saat pertama banjir ketinggian di kawasan itu mencapai satu meter lebih.

Baca juga: Hakim Pengadilan Tinggi Aceh Kunjungi PN Lhoksukon, Tinjau Ekses Banjir dan Serahkan Bantuan

Sehingga mereka harus dievakuasi dengan menggunakan perahu milik warga dan juga bantuan.

Akan tetapi sekarang sudah surut, namun masih merendam rumah warga.

“Mayoritas yang mengungsi dari dusun tersebut adalah anak-anak,” katanya. 

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Hamdani menyebutkan, informasi yang diperoleh dari camat, pengungsi di Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu, dan beberapa kecamatan lain sudah pulang ke rumahnya.

“Kalau informasi yang kami terima, semua pengungsi sudah pulang ke rumahnya,” katanya. 

Ekses banjir yang terjadi di Lhoksukon, terjadi kerusakan empat titik tanggul sungai, yaitu di Gampong Meunasah Jok 50 meter, kemudian Gampong Alue Drien 12 meter, Gampong Kuta Lhoksukon 15 meter, dan Gampong Geumata 100 meter.

 “Ini data sementara, karena semua instansi masih dalam pendataan,” ujar Hamdani.(*)

Baca juga: BPBD Paparkan Situasi Banjir di Aceh Jaya, Fajri: Ketinggian Air Sudah Menurun

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved