Breaking News:

Internasional

Rusia dan China Blokir Sanksi Keras Dewan Keamanan PBB ke Mali

Pemerintah Rusia dan China memblokir sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan (DK) PBB ke Mali. Seusai para pemimpin militer Mali menunda pemilihan bulan

Editor: M Nur Pakar
AFP/FLOREN VERGNES
Bus menuju negara-negara Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) parkir di stasiun bus sambil menunggu lintas batas dibuka kembali di Bamako, Mali pada Selasa ( 11/1/2022). 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Pemerintah Rusia dan China memblokir sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan (DK) PBB ke Mali.

Seusai para pemimpin militer Mali menunda pemilihan bulan depan hingga 2026.

Dimana, menjadi sebuah pukulan bagi pemulihan demokrasi di negara Afrika Barat yang bermasalah itu.

Duta Besar Kenya untuk PBB, Martin Kimani mengatakan kecewa dengan keputusan Rusia dan China, seperti dilansir AP, Rabu (12/1/2022).

Dia menjelaskan usulan dirancang Prancis yang mendukung sanksi ke Mali yang dijatuhkan oleh kelompok regional Afrika Barat ECOWAS.

Dia mengaku kecewa berat karena DK PBB tidak dapat menyetujui apa yang disebutnya pernyataan yang ringan.

Baca juga: Tentara Prancis Angkat Kaki dari Mali, Setelah Sembilan Tahun Membantu Negara Bekas Jajahannya

Kimani mengatakan kegagalan DK PBB untuk mendukung tindakan ECOWAS mendorong tiga anggota Afrika lainnya, Kenya, Ghana dan Gabon mendukung posisi blok regional.

Termasuk pengenaan sanksi terhadap otoritas militer di Mali untuk memastikan transisi yang dipercepat ke aturan konstitusional.

Mali telah berjuang untuk menahan pemberontakan ekstremis Islam sejak 2012.

Pemberontak ekstremis dipaksa dari kekuasaan di kota-kota utara Mali dengan bantuan operasi militer yang dipimpin Prancis.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved