Berita Aceh Utara
Kemenkumham RI Bantu Korban Banjir Aceh Utara Rp 100 Juta, Ini Jenis Bantuan, Lapas Diusul Relokasi
Bantuan ini secara simbolis diserahkan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Nofli, dan diterima Asisten III Setdakab Aceh Utara, Drs Adamy MPd dan K
Penulis: Mursal Ismail | Editor: Mursal Ismail
Bantuan ini secara simbolis diserahkan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Nofli, dan diterima Asisten III Setdakab Aceh Utara, Drs Adamy MPd dan Kalapas Lhoksukon, Yusnaidi.
Laporan Mursal Ismail | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pihak Kemenkumham RI, menyerahkan bantuan Rp 100 juta dalam berbagai bentuk barang kepada korban banjir Aceh Utara.
Termasuk untuk pegawai dan warga binaan Lapas Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara, yang terkena dampak banjir Minggu - Selasa, 2-4 Januari 2022 itu
Bantuan ini secara simbolis diserahkan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Nofli, dan diterima Asisten III Setdakab Aceh Utara, Drs Adamy MPd dan Kalapas Lhoksukon, Yusnaidi.
Acara seremonial "Kemenkumham Peduli, Kemenkumham Berbagi" ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh, Kamis (13/1/2022).
Acara ini sekaligus dalam rangkaian memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2022.
Baca juga: Masyarakat Aceh di Luar Negeri Bantu Korban Banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur
Turut menyaksikan penyerahan bantuan ini, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, Kadiv Pemasyarakatan Heri Azhari, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Sasmita.
Kemudian para pejabat utama lainnya dan pegawai Kanwil Kemenkumham Aceh.
Nofli, yang diwawancarai wartawan seusai acara ini mengatakan bantuan "Kemenkumham Peduli, Kemenkumham Berbagi" yang terbaru ini untuk korban dua daerah terdampak bencana alam terkini.
Daerah dan bencana alam itu, yakni erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan banjir Aceh Utara, Aceh.
"Untuk korban banjir Aceh Utara nilainya Rp 100 juta dalam berbagai bentuk bantuan.
Barang ini sudah dibelanjakan pihak Kanwil Kemenkumham Aceh, mulai sembako, genset, perahu karet, dan lainnya sesuai kebutuhan korban banjir di sana dan Lapas Lhoksukon," kata Nofli.
Baca juga: VIDEO Menteri Sosial Serahkan Bantuan ke Ahli Waris Korban Banjir di Aceh Utara
Sebelumnya, saat acara ini, Menkumham Yasonna H Laoly, dalam sambutannya dibacakan Nofli, mengapresiasi seluruh unit lingkungan Kemenkumham RI yang telah mengumpulkan bantuan ini.
"Mudah mudahan bantuan tersebut bermanfaat bagi para korban bencana, sehingga dapat meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," baca Nofli.
Sementara itu, Asisten III Setdakab Aceh Utara, Adamy, yang diwawancarai wartawan seusai acara ini mengucapkan terimakasih atas bantuan ini.
"Saya atas nama pribadi, Pemkab Aceh Utara, dan korban banjir mengucapkan terimakasih atas bantuan yang memang sangat dibutuhkan ini," kata Adamy.
Rencana relokasi Lapas Lhoksukon
Meurah Budiman, yang ditanyai wartawan terkait rencana relokasi Lapas Lhoksukon agar tak ikut terkena dampak banjir yang hampir tiap tahun itu, mengatakan akan kembali usul hal ini ke pusat.
"Memang sejak 2016 kita telah menerima hibah lahan untuk Lapas Lhoksukon di Aceh Utara seluas 4,8 hektare.
Tahun lalu sudah kita usul pembangunan ke pusat, namun tertunda karena pandemi Covid-19, sehingga tahun ini kita usul lagi. Pada prinsipnya kita terus mendorong," ujar Meurah.
Apalagi, tambah Kakanwil sesuai keterangan Asisten III Setdakab Aceh Utara, Drs Adamy MPd, dalam acara tadi, di lahan rencana relokasi itu tak banjir karena lokasinya berseberangan dengan tanggul.
Baca juga: Ternyata, Masih Ada Puluhan Korban Banjir di Aceh Utara yang Mengungsi
Sebelumnya bantuan khusus untuk Lapas
Sebelumnya diberitakan, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman dan rombongan, Jumat (7/1/2021), mengunjungi Lapas Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara, yang terdampak banjir.
Seperti diketahui sejak Minggu - Selasa, 2-4 Januari 2022, Lhoksukon tergenang banjir dan lapas di ibu kota Aceh Utara itu ikut terdampak banjir parah tersebut.
Meurah Budiman melakukan kunjungan itu sekaligus menyerahkan bantuan bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan, Heri Azhari dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Sasmita.
Meurah Budiman menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambinews.com, Jumat (7/1/2021).
"Kunjungan kami ini untuk mengecek kondisi setelah banjir serta pendataan kebutuhan Lapas dan warga binaan, terutama untuk pencegahan gangguan kesehatan pasca-banjir," kata Meurah.
Baca juga: Ratusan Hektare Tanaman Padi Terendam Banjir di Aceh Utara, Tersebar di 6 Kecamatan, Ini Datanya
Meurah Budiman mengatakan dalam kunjungan itu, mereka didampingi Kalapas Lhoksukon Yusnaidi, meninjau area kantor, dapur, dan blok hunian Lapas.
Selain itu, juga mewawancarai sejumlah warga binaan untuk mengetahui dampak mereka rasakan setelah banjir beberapa hari lalu tersebut.
Dalam kesempatan itu, Meurah Budiman juga menyerahkan sejumlah bantuan obat-obatan vitamin penambah daya tahan tubuh, kacang hijau, dan gula untuk extra voding warga binaan Lapas.
Di samping itu, juga menyerahkan kain sarung kepada seluruh petugas Lapas yang kediaman mereka ikut terendam banjir.
"Bantuan ini semua merupakan sumbangan pegawai Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh dalam rangka empati dan Kumham Peduli khusus untuk petugas dan warga binaan Lapas Lhoksukon," ujar Meurah Budiman.
Baca juga: Bantu Korban Banjir di Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang, Kemenag Salurkan 2,1 Ton Beras
Terkait rencana relokasi Lapas Lhoksukon, Meurah Budiman, mengungkapkan sudah diusulkan ke pusat.
Ya, diusulkan untuk pembangunan Lapas baru di lahan hibah Pemkab Aceh Utara sekitar 4,8 hektare beberapa tahun lalu.
"Relokasi ini penting karena pada saat banjir, depan Lapas sekarang ini air setinggi 1,8 meter.
Namun, karena lantai gedung Lapas sudah ditinggikan, maka banjir dalam Lapas setinggi 30 cm.
Kalau bangunan tidak ditinggikan, maka banjir bisa mencapai 1,8 meter dalam Lapas Lhoksukon," kata Meurah Budiman. (*)