Breaking News:

Internasional

Lebanon Krisis, Kasus Pencurian, Perampokan Sampai Pembunuhan Melonjak Tajam

Lebanon yang sedang didera krisis ekonomi berkepanjangan mulai dihantui kejahatan besar. Dilaporkan, hampir satu hari berlalu pada Rabu (12/1/2022)

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kondisi Ibu Kota Beirut, Lebanon yang dipenuhi kendaraan roda empat. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Lebanon yang sedang didera krisis ekonomi berkepanjangan mulai dihantui kejahatan besar.

Dilaporkan, hampir satu hari berlalu pada Rabu (12/1/2022) tanpa mobil yang dicuri, rumah yang dirampok atau kantong yang diambil.

Namun, angka menunjukkan, belakangan ini telah terjadi peningkatan tajam dalam kejahatan yang lebih serius.

Seperti pencurian, perampokan, penculikan, pemerasan, bahkan pembunuhan.

Direktorat Jenderal Pasukan Keamanan Dalam Negeri (ISF), Rabu (12/1/2022) mengatakan dua pria Lebanon berusia 26 tahun telah ditangkap di Beirut.

Keduanya terbukti mengirim bom parsel palsu ke sebuah properti di lingkungan makmur di Ashrafieh, kemudian meminta uang tebusan agar tidak meledak.

Baca juga: Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang Pria Tak Dikenal, Kendaraan Rusak dan Barang Dicuri

Dilansir ArabNews, orang tak dikenal mengenakan topi, masker, dan sarung tangan mengirimkan paket itu.

Kemudian, penerima menerima telepon yang memberi tahunya ada alat peledak dan akan diledakkan jika tidak membayar tebusan $50.000, sekitar Rp 715 juta.

Alih-alih membayar, pria itu melemparkan bungkusan itu ke sebuah bangunan kosong di dekat rumahnya dan menelepon polisi.

Para ahli memeriksa barang itu, tetapi tidak menemukan bahan peledak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved