Breaking News:

Berita Aceh Besar

Toyota Rush Ditumpangi Satu Keluarga Asal Bireuen Tabrakan dengan Tronton, Mahasiswi Meninggal

Mobil truk tronton peti kemas itu diduga mengalami blong rem, sehingga truk tronton itu hilang kendali dan melaju ke lajur kanan.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Kasat Lantas Polres Aceh Besar, AKP Rina Bintar Handayani bersama anggotanya melakukan olah TKP di lokasi tabrakan truk tronton dan mobil Toyota Rush di Jalan Banda Aceh-Medan, depan asrama atas depan SPN Seulawah, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Jumat (14/1/2022). 

Mobil truk tronton peti kemas itu diduga mengalami blong rem, sehingga truk tronton itu hilang kendali dan melaju ke lajur kanan.

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SEEAMBINEWS.COM, JANTHO - Innalilahi wainailahi rajiun. Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban nyawa kembali terjadi ruas Jalan Banda Aceh-Medan, Jumat (14/1/2022) tadi pagi, sekitar pukul 09.45 WIB.

Kecelakaan yang terjadi di depan asrama atas SPN Seulawah, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar menimpa satu keluarga asal Bireuen.

Malang, nyawa Nadhila Sabrina (20)  mahasiswi warga Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, Bireuen, tidak terselamatkan, setelah Toyota Rush BL 1571 ZJ yang ditumpanginya bersama ayah dan ibunya bertabrakan dengan truk tronton peti kemas sarat muatan  BB 9411 NN yang diduga mengalami blong rem.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK, MM, melalui Kasat Lantas, AKP Rina Bintar Handayani SIK MM kepada Serambinews.com, mengatakan, mobil truk tronton peti kemas sarat muatan  BB 9411 NA yang dikemudikan Dio Prastio (26) asal Lubuk Linggau, Lampung itu, melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Baca juga: Pemuda 18 Tahun yang Paksa Mantan Pacar Berhubungan Berujung Penjara, Penyebar Video Ditangkap

Baca juga: Transportasi Lebanon Lumpuh Total, Sopir Angkutan Umum dan Truk Mogok, Bensin Rp 189 Ribu Per Liter

Sementara sebaliknya mobil Toyota Rush BL 1671 ZJ yang disopiri Badlsyah (51) warga Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, Bireuen, melaju dari arah berlawanan, yakni dari Banda Aceh menuju ke arah Medan yang ikut ditumpangi istrinya, Hafnidar (52) dan anaknya Nadhila Sabrina (korban meninggal) dalam peristiwa itu.

Setiba di lokasi kejadian, mobil truk tronton peti kemas itu diduga mengalami blong rem, sehingga truk tronton itu hilang kendali dan melaju ke lajur kanan dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Akibatnya tabrakan pun tak terhindari dengan mobil Toyota Rush yang berada di depannya dan di jalurnya, terang mantan Kasat Lantas Polres Pidie dan Polres Aceh Tengah ini.

"Di lokasi memang tidak ditemukan ada jejak pengereman di aspal. Kemungkinan dugaan rem truk tronton peti kemas itu blong.”

Baca juga: Hong Kong Larang Penerbangan dari 150 Negara, Ini Penyebabnya

Baca juga: Transportasi Lebanon Lumpuh Total, Sopir Angkutan Umum dan Truk Mogok, Bensin Rp 189 Ribu Per Liter

“Tapi, ini masih dugaan berdasarkan hasil olah TKP yang kami lakukan di lokasi kecelakaan pascakejadian," terang AKP Rina sembari menerangkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu sudah ditangani pihaknya, di Satuan Lalu Lintas lantas Polres Aceh Besar.

Masih menurut AKP Rina, selain bertabrakan dengan mobil Toyota Rush yang merenggut nyawa Nadhila Sabrina (penumpang Toyota Rush), truk tronton peti kemas itu juga menabrak pagar Asrama SPN Seulawah.

Kemudian truk itu terperosok ke bawah dan kembali menabrak Rumah Dinas SPN Seulawah dan mobil Toyota Sigra yang terparkir di depan rumah di kawasan itu, pungkas AKP Rina Bintar Handayani SIK MM.(*)

Baca juga: Jet Tempur Rusia Gempur Persembunyian Militan ISIS di Suriah

Baca juga: Rumah Diduga Dibakar Oknum TNI, Wartawan Serambi Asnawi Luwi Diperiksa Enam Jam di Pomdam IM

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved