Breaking News:

Erosi

6 Rumah Warga Geudubang Jawa Langsa Baro Terancam Amblas, Erosi Krueng Langsa Makin Parah

Bantaran yang erosi ini mendekati rumah-rumah warga atau khususnya enam rumah tersebut yang berada di sekitar bantaran DAS Krueng Langsa ini.

Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZUBIR
Kondisi longsor bantaran sungai semakin parah dan mengqncam keberadaan rumah warga. 

Laporan Zubir I Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Enam rumah warga Dusun Bahagia, Lorong Andika, Gampong Geudubang Jawa, terancam amblas ke sungai pascabanjir luapan DAS Krueng Langsa.

Amatan Serambinews.com, Sabtu (15/1/2021) di lokasi, lebar bantaran sungai sudah longsor atau erosi dihantam air antara 7 meter - 12 meter dan panjangnya mencapai lebih kurang 50 meter

Bantaran yang erosi ini mendekati rumah-rumah warga atau khususnya enam rumah tersebut yang berada di sekitar bantaran DAS Krueng Langsa ini.

Enam rumah yang mulai teracam rusak dan amblas ke sungai akibat erosi bantaran sungai ini, yakni milik Rudiansyah, Indra Kelana, Habibi, Kekman, Bang Adi, Pak John, termasuk tanah milik Hidayat.

Warga Lapor Kehilangan Baterai Mobil, Polisi Malah Temukan Bong & Alat Isap Sabu di Komplek TPI Lama

Salah seorang pemilik rumah, Indra, kepada Serambinews.com, Sabtu (15/1/2021), mengatakan, luapan banjir daei Krueng Langsa di daerah berapa pekan lalu itu cukup parah.

Longsor telah memakan antara 7-12 meter tanah warga bahkan rumah-rumah mereka terancam keberadaannya.

Artis Arya Saloka, Pemeran Sosok Aldebaran Ikatan Cinta Yang Jarang Orang Ketahui, Begini Kabarnya

"Jika longsor bantaran sungai akan terjadi lagi, maka akan langsung menuju pondasi bagian belakang rumah kami dan otomatis rumah kami akan amblas," ujarnya.

Bahkan, jelasnya, 1 rumah milik Rudiansyah sudah retak bagian belakangnya, karena tanah di bagian tapak pondasi sudah turun mengukuti longsor di bagian bibir bantara sungai.

Masyarakat daerah ini berharap ada penanganan cepat daei pemerintah setempat agar rumah mereka tidak rusak dan amblas ke dasar sungai.

Sementara setelah longsor pascabanjir luapan waktu lalu, mereka terpaksa sekarang memasukan yamah ke goni meletakkannya di bagian belakang rumah.

Supaya erosi bagian tanah di dekat bibir bantaran sungai tidak menjalar ke arah belakang rumah warga ini.

Namun, hal itu bersifat sementara dan tidak menjamin akan terus menahan longaor bantaran sungai.

"Apabila tidak segera ditangani, longsor akan terus terjadi dan otomatis langsung mengarah ke rumah kami," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved