Breaking News:

Berita Kutaraja

Warga Lapor Kehilangan Baterai Mobil, Polisi Malah Temukan Bong & Alat Isap Sabu di Komplek TPI Lama

Petugas Polsek Kuta Alam menemukan banyak bong dan alat isap sabu serta sejumlah plastik bungkusan sabu di sebuah gedung terbengkalai TPI Lama Lampulo

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Keuchik Lampulo, Alta Zaini bersama petugas kepolisian dan perangkat gampong setempat menuju ke Kompleks TPI Lama Lampulo untuk melihat temuan bong dan alat isap sabu lainnya di sebuah bangunan di kompleks TPI itu, beberapa hari lalu. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Polsek Kuta Alam menemukan banyak bong dan alat isap sabu serta sejumlah plastik bungkusan sabu yang ditinggalkan di sebuah gedung terbengkalai dalam Kompleks TPI Lama Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Penemuan bong, plastik bekas bungkusan barang haram tersebut, hingga sendok pengaduk sabu-sabu di lantai dua bangunan terbengkalai itu juga melibatkan perangkat Gampong Lampulo.

Keuchik Lampulo, Alta Zaini, kepada Serambinews.com, Sabtu (15/1/2021), mengatakan, bong dan alat isap sabu tersebut pertama kali ditemukan pihak kepolisian bersama seorang warga Lampulo yang melaporkan kehilangan baterai mobil tangki air yang dikemudikannya selama ini.

"Terkait baterai mobil tangki air milik warga kami yang hilang di Gudang TPI lama itu juga ada dilaporkan ke kami. Baterai tersebut hilang pada malam hari," kata Alta.

Menurut Alta, selain kehilangan baterai mobil, korban mengaku selama ini banyak warga yang melaporkan hilang ban mobil, bahkan minyak solar sampai 17 jeriken, hingga pembongkaran kontainer.

"Jadi, pada saat kami tiba di sana, di gedung kosong yang ditinggalkan tersebut terdapat banyak bong sabu dan alat isap lainnya serta plastik bungkus paket sabu. Ternyata lumayan banyak berserakan di lantai dua bangunan itu," terang Alta.

Baca juga: Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Temukan Alat Isap Sabu di Becak Motor Pembawa Pengemis

Ia pun meminta penanggung jawab bangunan yang ditinggalkan terbengkalai tersebut agar diawasi atau ditutup, sehingga tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak terpuji dan terlarang.

Keuchik Lampulo, Alta Zaini mengungkapkan selama ini banyak yang tinggal di kompleks TPI Lama, tapi tidak terdata sebagai warga Lampulo.

"Bagaimana terdata dan tercatat sebagai warga Lampulo, melapor saja mungkin tidak ada. Sehingga kami meminta kepada kepala dusun untuk mendata orang-orang yang tinggal di sana," tegas Alta. 

Ia mengharapkan, orang-orang yang di luar Gampong Lampulo dan tinggal di Kompleks TPI Lama agar menghormati kearifan lokal Gampong Lampulo.

"Kami mohon kerja sama semua pihak, saling menjaga, mengingatkan dan saling menghormati," tukasnya.

Baca juga: Panik Kepergok Saat Nyabu di WC Masjid Islamic Center, Pemuda Ini Buang Alat Isap Sabu ke Kloset

"Jangan sampai tindakan orang-orang di luar Lampulo mencemari Gampong Lampulo," pungkas Alta Zaini.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved