Kamis, 4 Juni 2026

Berita Pidie

Refocusing DAU Pidie Rp 118 Miliar, Perangkat Gampong Keluhkan Pengurangan Gaji, Ini Kata Wabup

Refocusing anggaran itu menyebabkan gaji atau penghasilan tetap (siltap) perangkat gampong, dana Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), hingga binte

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM      
Rapat perangkat gampong dan TAPK di Op Rom Bupati Pidie 

Refocusing anggaran itu menyebabkan gaji atau penghasilan tetap (siltap) perangkat gampong, dana Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), hingga bintek DPRK Pidie berkurang.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dana Alokasi Umum (DAU) Pidie terjadi refocusing mencapai Rp 118 miliar.

Anggaran yang terkena refocusing itu digunakan untuk penanganan Covid-19.

Refocusing anggaran itu menyebabkan gaji atau penghasilan tetap (siltap) perangkat gampong, dana Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), hingga bintek DPRK Pidie berkurang.

Namun, aparatur gampong sangat terasa dengan refocusing anggaran, terutama kepala dusun (kadus) atau ulee jurong yang kini ditetapkan Rp 400 ribu per bulan.

Padahal, sebelumnya upah jerih kadus Rp 2,2 juta per bulan. Tahun 2021 upah jerih kadus Rp 500 ribu per bulan.

Kekurangan penerimaan siltap membuat aparatur gampong tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menggelar pertemuan dengan Pemkab di Oprom Bupati Pidie, Jumat (14/1/2022).

Dalam pertemuan itu beragam permintaan perangkat gampong.

Misalnya menginginkan siltap tidak dikurangi, seperti alasan Kadus yang mengaku penat bekerja mendata warga divaksin.

Tak hanya itu, saat ini Kadus juga berperan aktif menyelesaikan masalah gampong, tapi honor kadus sedikit. 

Perangkat gampong Kecamatan Mane mempertanyakan apakah kekurangan siltap dipengaruhi banyak dana dipakai untuk keperluan DPRK Pidie.

"Sekda harus menjelaskan besaran DAU untuk DPRK Pidie karena informasi yang kami, besar anggaran diplotkan untuk dewan Pidie," sebut Keuchik Turue Cut, Abdussalam, dalam rapat di Oprom Bupati Pidie, Minggu (16/1/2022).

Selain itu, perangkat gampong juga meminta Pemkab tak mengurangi upah jerih keuchik, kaur, dan kadus.

Pasalnya akibat minim honor kadus, keuchik tidak berani lagi menyuruh kadus mendata warga untuk divaksin.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, kepada Serambinews.com, Minggu (16/1/2022), menjelaskan, sudah dua tahun honor aparatur gampong dikurangi, akibat refocusing. 

Perangkat gampong  baru tahun ini memprotes.

"Tahun 2021 paling berat, tapi penutup tahun kita gembira karena pembahasan APBK selesai tepat waktu dan kesehatan fiskal terjaga," jelasnya.

Sekda Pidie, Idhami SSos MSi, kepada Serambinews.com, Minggu (16/1/2022) menyebutkan, DAU terkena refocusing 118 miliar yang berdampak pada SKPK dan siltap aparatur gampong. 

Oleh karena itu ada SKPK tidak ada kegiatan proyek, kecuali SKPK penerima DAK dan DOKA seperti Dinas PUPR Pidie, Dinkes Pidie, Disdik Pidie, Perkim Pidie, dan DKP Pidie.

Kecuali itu, bintek DPRK Pidie sebelumnya 3-4 kali, tapi 2022 hanya 2 kali.

"Kami tidak pernah menzalimi aparatur gampong, tapi akibat refocusing anggaran. Kalau tak ada refocusing kita plotkan Rp 100 miliar untuk honor," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved