Breaking News:

Berita Langsa

Kejari Langsa Terima Tersangka dan BB Tahap II Kasus Pemerasan dan Penghinaan Wali Kota

Para tersangka tidak ditahan, karena tindak pidana yang disangkakan tidak memenuhi syarat materiil/obyektif untuk dilakukan penahanan.

Penulis: Zubir | Editor: Taufik Hidayat
Kejari Langsa
Kasi Pidum Kejari Langsa, Edowardo, SH, MH (tengah) didampingi dua Jaksa lainnya menerima 2 tersangka di ruang kerjanya. 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kejaksaan Negeri Langsa, Kamis (20/1/2022) menerima penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dalam kasus pemerasan dan pengancaman atau penghinaan yang dilakukan para tersangka terhadap korban UA yang merupakan Wali Kota Langsa.

Penyerahan tersangka M (48) dan tersangka TIH (46) dan barang bukti tahap II dilakukan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Aceh dan Penyidik Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Aceh.

Demikian disampaikan Kajari Langsa, Viva Hari Rustaman, SH, melalui Kasi Intel, Syahril, SH, MH, melalui siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (20/1/2022) siang.

Menurut Kasi Intel, Syahril, SH, MH, dalam waktu dekat perkara tersebut segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Langsa untuk disidangkan.

Dijelaskannya, tersangka M (48) dan TIH (46) telah disangka melanggar Pasal 369 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana atau Pasal 310 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana atau Pasal 311 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain menyerahkan 2 orang tersangka ini, pihak Penyidik Polda Aceh juga turut menyerahkan barang bukti berupa 1 lembar surat pencabutan surat kuasa khusus terkait surat kuasa khusus tertanggal 04 Juni 2021 dari sdri. Nuraina kepada sdra. Tgk. Ibnu Hadjar, S.H. & Partner, tertanggal 27 Juni 2021.

Satu unit Handphone Merk Samsung jenis SM-J110G tahun 2016 warna hijau, 1 eks surat dari Yayasan Persada Indonesia Satu, Nomor : 58/VI/2021, tertanggal 30 Juni 2021, Perihal : Dugaan Kejahatan Asusila (Ikhtilat/Khalwat) kepada Walikota Langsa.

Satu eksampler surat dari Yayasan Persada Indonesia Satu, Nomor: 59/VI/2021, tertanggal 12 Juli 2021, perihal : mengingatkan dan MLmemberitahukan kepada Walikota Langsa.

Satu eksampler surat press realease konferensi pers judul “Walikota Langsa Melakukan Perbuatan Kejahatan Asusila Ikhtilat di Pendopo Kota Langsa??” tertanggal 16 Agustus 2021.

Satu buah flash drive merk Robot jenis RF116 kapasitas 16 GB warna putih berisi 3 softcopy rekaman video sdri. Nuraina.

Satu lembar surat pernyataan dan permohonan maaf sdri. Nuraina kepada Yth. Bapak Usman Abdullah, S.E. (Walikota Langsa), tertanggal 25 Juni 2021.

Satu unit Handphone merk Xiaomi jenis Redmi 6A tahun 2018 warna hitam. Satu unit Handphone merk Samsung jenis J600G/DS warna hitam tahun pembuatan 2019 beserta isinya milik sdra. Tgk. Ibnu Hajar, S.H.

Satu unit Handphone Merk samsung jenis Galaxy S7 Edge tahun 2016 warna gold beserta isinya berupa rekaman percakapan antara sdra. Maimun dengan sdra. Tgk. Ibnu Hajar, S.H. tanggal 15 Agustus 2021.

Satu unit Handphone merk Oppo jenis Reno 6 tahun 2021 warna hitam beserta isinya berupa rekaman percakapan antara sdra. Agus Setiawan dengan sdra. Muslim, S.E pada tanggal 08 Agustus 2021.

Satu unit flash Drive Merk Sendisk kapasitas 32 GB wana merah-hitam besera isinya berupa soft copy rekaman video pernyataan dan konferensi pers dari sdri. Nuraina, S.E.

Menurut Syahril, terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan, karena tindak pidana yang disangkakan terhadap para tersangka tidak memenuhi syarat materiil/obyektif untuk dilakukan penahanan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 ayat (4) KUHAP.

"Penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kantor Kejaksaan Negeri Langsa ini dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan," imbuhnya.(*)

Baca juga: Sidang Lanjutan Perkara Dugaan Korupsi APBG Paya Bilie Lhokseumawe, Terdakwa Dimintai Keterangan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved