Breaking News:

Berita Aceh Utara

Pasutri Tipu Pemilik Kilang Padi, Korban Rugi Rp 5,4 Miliar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara melimpahkan pasangan suami istri (pasutri) yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan beras

Editor: bakri
Pasutri Tipu Pemilik Kilang Padi, Korban Rugi Rp 5,4 Miliar
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr Diah Ayu Akbari, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara

LHOKSUKON – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara melimpahkan pasangan suami istri (pasutri) yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan beras Rp 5,4 miliar ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, Rabu (26/1/2021).

Kedua terdakwa tersebut merupakan pasangan suami istri, ND dan FA, warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Pasutri tersebut menipu pemilik kilang padi di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Berkas tersebut dilimpahkan personel Polda Aceh ke Kejari Aceh Utara pada 13 Januari 2022.

Selain itu, turut barang bukti 11 truk kontainer yang diduga digunakan oleh terdakwa untuk melakukan penipuan.

“Berkas perkara dimaksud langsung diserahkan Jaksa Penuntut Umum Mulyadi MH,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Dr Diah Ayu Akbari melalui Kasi Intelijen, Arif Kadarman SH dalam keterangan tertulis kepada Serambi, Kamis (27/1/2022).

Tujuan JPU melimpahkan berkas perkara ke PN Lhoksukon untuk melakukan penuntutan, serta pembuktian terhadap tindakpidana yang dilakukan pasutri.

Baca juga: Ditipu Rp 5 Miliar oleh Adiknya Sendiri, Zaskia Sungkar Sarankan Hafiz Fatur Serahkan Diri ke Polisi

Baca juga: Sosok Wanita Diduga Anggota DPRD Medan Pelaku Video Panas, Kena Tipu Napi Ngaku Polisi

“Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat dengan Pasal 372 Juncto378 Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana,” ujar Kasi Intel.

Setelah melaksanakan pelimpahan perkara dimaksud, selanjutnya JPU masih menunggu jadwal sidang dari majelis hakim PN Lhoksukon.

Arif Kadarman mengungkapkan, kasus itu berawal pada 30 Januari 2021 sekira pukul 07.16 WIB.

Kala itu, terdakwa FA mengirimkan pesan kepada saksi korban melalui WhastApp guna memesan beras.

Kata-kata melalui pesan WA tersebut ”Assalamualaikum bg alhamdulillah kita masih dikasi kesempatan ngisi PKH bulan ini, kesempatan untuk memperbaiki mutu yang bermasalah kemarin, kalau ini bagus kita akan dipakai trus.

” Lalu, ungkap Kasi Intel, terjadi komunikasi antara korban dengan terdakwa FA.

Setelah korban merasa yakin dengan kata-kata terdakwa, korban meminta supaya FA mengirimkan truk untuk mengangkut beras tersebut.

Total keseluruhan beras yang diterima oleh terdakwa ND dan FA sejumlah 581.288,1 kilogram.

“Terdakwa tidak membayar hasil penjualan beras milik saksi korban sebesar Rp 5.419.986.730,” ujar Arif Kadarman SH.(jaf)

Baca juga: Impian Punya Rumah Sendiri Pupus Sudah, Warga Malaysia Ditipu Kontraktor Asal Lumajang

Baca juga: Ngaku Polisi, Pria Pengangguran Tipu Janda Rp 300 Juta, Uangnya Ternyata Dibelikan Mobil Mewah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved