Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Nagan Raya

Gangguan Gajah Liar belum Mereda, Rumah Warga Nagan Raya Dirusak

Gajah yang muncul dan berkeliaran di Tuwi Meulasong, pada malam sebelumnya muncul di Blang Lango, sehingga warga pun mulai resah.

Penulis: Rizwan | Editor: Taufik Hidayat
Dok Keuchik
Rumah warga Tuwi Meulesong Kecamatan Seunagaan Timur, Nagan Raya dirusak gajah, Kamis malam lalu. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Gangguan gajah liar hingga Sabtu (28/1/2022) belum mereda di Nagan Raya

Pada Kamis (26/1/2022)  malam rumah yang dirusak gajah milik Zarjuli, penduduk Desa Tuwi Meulesong, Kecamatan Seunagan Timur. Beruntung saat gajah merusak rumah petani desa itu, pada malam itu, Zarjuli dan keluarga tidak tidur di rumah karena pergi ke rumah famili di kecamatan lain ada keunduri. 

Rumah Zarjuli yang berkontruksi papan rusak dan gajah mencari makanan.

Keuchik Tuwi Meulesong Arfandi kepada Serambinews.com, mengatakan, peristiwa gangguan gajah liar sudah dilaporkan ke pihak lebih atas sehingga adanya penanganan. "Satu rumah dirusak dan pohon pisang patah," katanya.

Dikatakan, saat gajah mendatangi rumah, Zarjuli dan keluarga tidak di rumah sehingga tidak ada jatuh korban jiwa. "Namun warga resah terhadap gajah satu ekor itu bisa kembali muncul," kata Afandi.

Menurutnya, gajah yang muncul dan berkeliaran di Tuwi Meulasong pada malam sebelumnya muncul di Blang Lango sehingga warga resah. "Kami berharap adanya penanganan sehingga tidak jatuh korban jiwa," katanya.

Baca juga: Pemilik Kebun Sawit Ditemukan Tewas Diinjak Gajah

Baca juga: Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan USK Raih Akreditasi B

Butuh CRU

Keuchik Tuwi Meulesong Afandi mengatakan, sejumlah desa di Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya berbatasan dengan sejumlah desa dalam Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. 

Gajah yang muncul di Pante Ceureumen juga berkeliaran di Seunagan Timur. Diakuinya, ketika diusir di Pante Ceureumen lari ke Seunagan Timur. Lalu saat diusir di Seunagan Timur lari ke Pante Ceureumen. "Jadi yang mendesak sekarang ketersediaan CRU (penangkalan) gajah jinak di Seunagan Timur," kata Afandi.

Menurutnya, CRU yang ada saat ini hanya di Alue Kuyun, Aceh Barat jauh dari lokasi yang selama ini muncul gajah. Karena itu, diharapkan kalau pun tidak dibangun di Seunagan Timur, minimal di tengah-tengah atau perbatasan kedua kabupaten ini.

Afandi mengakui, Tuwi Meulasong mendukung dibangun CRU gajah jinak. "Gangguan gajah masih terus menjadi masalah setiap waktu. Kami berharap tidak ada korban jiwa," harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved