Kamis, 4 Juni 2026

Selebriti

Cinta Laura Sorot Penanganan Korban Kekerasan Seksual

CINTA Laura Kiehl dikenal sebagai salah satu artis yang peduli terhadap isu kekerasan dan pelecehan seksual bagi wanita dan anak di Tanah Air

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Cinta Laura 

CINTA Laura Kiehl dikenal sebagai salah satu artis yang peduli terhadap isu kekerasan dan pelecehan seksual bagi wanita dan anak di Tanah Air.

Dalam beberapa kesempatan, Cinta Laura juga turut bersuara mendesak pemerintah agar segera mengesahkan Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Menurut Cinta, persoalan kekerasan dan pelecehan seksual sudah sangat mendesak dan perlu diatasi dengan cara yang sistematis seperti mengesahkan Undang Undang.

“80 Persen wanita Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik.

Dari 20 persen hanya 1 persen yang akhirnya ditangani di pengadilan,” kata Cinta dalam acara seminar virtual berjudul Menggali Lebih Dalam RUU TPKS, Minggu (30/1/2022).

Cinta Laura
Cinta Laura (kolase Serambinews.com)

“Mayoritas korban tak mendapat keadilan yang dia harusnya ia dapatkan,” tambahnya.

Pelantun ‘Cinta atau Uang’ itu juga menyoroti perbedaan yang jelas soal penanganan korban kekerasan seksual di luar negeri dan Indonesia.

“Kesetaraan gender dalam hukum memang belum merata di negara manapun.

Baca juga: Cinta Laura Sempat Alami Kejadian Mistis di Kediaman, Ternyata Rumah yang Ditinggali Bekas Kuburan 

Baca juga: Cinta Laura hingga Atta Halilintar Soroti Kasus Pelecehan Seksual di UNRI, Ernest: Kawal Kasusnya!

Tapi kalau di negara lain, korban kekerasan seksual langsung mendapat pengobatan dini dan penanganan mental,” ujar Cinta.

Aktris berusia 28 tahun itu bercerita, korban kekerasan seksual di negara lain bahkan akan diberikan pendampingan kuasa hukum selama kasusnya bergulir di persidangan.

“Selain itu, enggak sampai di situ aja, lawyer atau pengacara disediakan agar mereka (para korban) dijaga secara hukum jika masuk ke pengadilan,” tuturnya.

Sementara itu, di Indonesia, Cinta melihat bahwa masih ada ketimpangan gender berbasis budaya yang melahirkan patriarki.

“Negara kita berbasis patriaki.

Siapa yang disalahkan, itu susah dijawab.

Bayangkan orang yang tinggal di daerah terpencil, mereka dengan mudahnya terdoktrinasi,” ucap Cinta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved