Kamis, 21 Mei 2026

Berita Pidie

Jadi Sasaran Amukan Gajah Liar, Lima Kecamatan di Pidie Tinggalkan Tanam Padi

Distanpang Pidie mencatat empat kecamatan di Pidie telah meninggalkan tanam padi tajuk atau tanam padi gogo, akibat amukan kawanan gajah

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ M NAZAR
Tanaman padi tajok di kebun di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Data Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie mencatat empat kecamatan di Pidie telah meninggalkan tanam padi tajuk atau tanam padi gogo, akibat amukan kawanan gajah.

Tanam padi tajok biasanya dilakukan petani di ladang maupun di pegunungan, yang hanya mengandalkan tadah hujan.

Tanaman padi jenis ini tidak menggunakan pestisida maupun pupuk. 

"Serangan gajah liar telah mengusik petani yang menanam padi tajok di Pidie," kata Kepala Distanpang Pidie, Hasballah SP MM, melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultural Distanpang Pidie, Sayuti SP MM, kepada Serambinews.com, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penganiayaan, Berawal Minta Tanggung Jawab Pelaku Pemerkosaan

Ia menyebutkan, lima kecamatan yang selama ini petani menanam padi tajok. Adalah Geumpang, Mane, Tangse, Keumala dan Tiro.

Gangguan gajah yang menyerang petani setiap tahun. Sebab, rute dilintasi gajah Padang Tiji, Mila, Sakti, Keumala, Glumpang Tiga, Tiro, Tangse, Mane dan Geumpang.

Sehingga lima kecamatan telah meninggalkan tanam padi tajok atau padi gogo.

Padi tajok itu ditanam di ladang atau kebun dan lereng pegunungan. Sebab, padi tadah hujan atau mengandalkan hujan turun dari langit.

Baca juga: Haji Uma Fasilitasi dan Bantu Biaya Pendamping Pasien Gangguan Saraf Berobat ke Rumah Sakit

"Kalau sebelum serangan gajah, petani aktif menanam padi tajok dengan sistem swakelola. Gangguan gajah terjadi sejak adanya tambang emas di pegunungan," jelasnya.

Kata Sayuti, saat ini tanaman padi tajok hanya ada di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, yang luas area setengah hektare.

Itu pun, sebutnya, harus dijaga warga dari gangguan gajah dan hama babi hutan.

Babi juga menjadi hama yang cukup mengusik petani kebun.

 "Kalau hasil tanaman padi di sawah rata-rata bisa dipanen 6 hingga 7 ton per hektare. Tapi, kalau hasil padi tajok 4 ton per hektare, karena tidak disemprot dan tak pakai pupuk," pungkasnya. (*)

Baca juga: PNA Masih Berkisruh, Curhat Darwati Setelah Ketemu Irwandi Yusuf di Lapas Sukamiskin

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved