Berita Bireuen
Vaksinasi Murid SD, Tim Medis dan Muspika Jangka Bireuen Turun ke Sekolah
Tim medis Puskesmas Jangka bersama Muspika Jangka sejak beberapa minggu lalu turun ke sekolah di berbagai desa untuk vaksinasi dan jadwalnya telah dia
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tim medis Puskesmas Jangka bersama Muspika Jangka sejak beberapa minggu lalu turun ke sekolah di berbagai desa untuk vaksinasi dan jadwalnya telah diatur bersama.
Ini bertujuan memaksimalkan vaksinasi bagi murid SD usia 6-12 tahun.
Pada Sabtu (5/2/2022), tim bersama turun ke SD 4 Jangka atau SD Reusep Dayah, Jangka Peusangan, setelah itu berkunjung ke SDN 12 Jangka atau SD Kambuk, Jangka Bireuen melakukan vaksinasi.
Camat Jangka, Alfian S Sos mengatakan, sejak beberapa waktu lalu tim bersama melakukan kunjungan ke SD-SD, setiap hari ada dua SD yang didatangi untuk vaksinasi.
Baca juga: Update Covid-19 di Lhokseumawe, Tiga Sembuh dan Satu Masih Jalani Isolasi Mandiri
Amatan Serambinews.com, dalam kunjungan ke SDN 4 Jangka, Sabtu (5/2/2022) terlihat kegiatan diawali dengan edukasi, sosialisasi dengan para wali murid, wali murid yang hadir umumnya kaum ibu sebagian kaum bapak.
Sosialisasi pentingnya vaksin disampaikan Kepala SDN 4 Jangka, Siti Sapura SPd, dilanjutkan Camat Jangka, Alfian S Sos, Kepala Puskesmas Jangka, Mursal SKM dan unsur mewakili dari Polsek dan Danramil Jangka.
Kegiatan selanjutnya, seorang guru bernama Aulia Saputra bertugas memanggil satu persatu muridnya, diawali murid kelas I sekolah setempat.
Saat pemanggilan terlihat dijelaskan juga pentingnya vaksin dan tidak ada pemaksaan.
Saat pemanggilan dengan pengeras suara, Aulia Saputra sekaligus menanyakan ada tidaknya orang tua yang hadir ke sekolah.
Bila orang tua tidak hadir maka vaksin terhadap murid tersebut tidak dilakukan.
Baca juga: Babinsa Kluet Tengah Bersama Mahasiswa dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Jalan Desa
Sebaliknya, bila orang tua hadir ke sekolah dan setuju anaknya divaksin maka langsung diarahkan dan data tim medis dengan memperlihatkan foto copy KK.
Begitu juga bila orang tua hadir ke sekolah, namun orang tuanya belum membolehkan anaknya divaksin karena kurang sehat, atau mengalami demam dan lainnya, maka tidak divaksin saat itu.
Usai pendataan juga diperiksa kondisi kesehatan dan akhirnya dilanjutkan vaksinasi.
Saat vaksinasi murid tersebut tetap didampingi orang tua, guru dan juga unsur Muspika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksinasi-di-sekolah-bireuen_05012022.jpg)