Internasional
Presiden Vladimir Putin Kutip Lirik Lagu Tentang Pemerkosaan, Simbol Tuntutan Rusia Atas Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin mengutip lirik punk rock era Uni Soviet tentang pemerkosaan dan nekrofilia. Hal itu untuk menunjukkan apa yang diingink
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengutip lirik punk rock era Uni Soviet tentang pemerkosaan dan nekrofilia.
Hal itu untuk menunjukkan apa yang diinginkan Rusia dari Ukraina.
Putin membuat komentar dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan lima jam dengan Emmanuel Macron.
Presiden Prancis itu mencoba meyakinkan Putin untuk menemukan solusi diplomatik atas krisis Ukraina.
Rusia telah mengerahkan 130.000 tentara di perbatasan Ukraina , dengan pejabat AS memperingatkan invasi bisa datang kapan saja .
Pada konferensi pers bersama, Putin menyalahkan NATO dan Barat karena memprovokasi Rusia, seperti dilansir Axios, Rabu (9/2/2022).
Dia mengatakan Ukraina harus dibuat untuk menerapkan unsur-unsur Protokol Minsk.
Baca juga: Rusia Kerahkan Puluhan Ribu Tentara ke Tetangga Ukraina, NATO: Ini Terbesar Sejak Perang Dingin
Sebuah perjanjian gencatan senjata 2014 untuk mengakhiri pertempuran antara Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas timur. Ukraina.
Putin mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky gagal menerapkan protokol.
Dia merujuk lirik lagu cabul untuk menunjukkan apa yang diinginkannya.
"Apakah Anda suka atau tidak suka, bersabarlah, kecantikanku sudah ada," kata Putin.
Pakar Rusia mencatat Putin tampaknya mengutip lagu "Sleeping Beauty in a Coffin" oleh grup punk rock era Soviet, Red Mold.
"Sleeping beauty in a coffin, aku merangkak dan menidurinya. Suka atau tidak suka, sleep my beauty," terjemahan bahasa Inggris dari lirik bahasa Rusia.
Liriknya secara langsung menyiratkan pemerkosaan dan nekrofilia.
Menunjukkan keinginan Putin agar Ukraina menyetujui tuntutannya tanpa melakukan perlawanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1012presiden-rusia-vladimir-putin.jpg)