Internasional
Kremlin Ejek Peringatan AS Atas Invansi ke Ukraina, Hanya Sebar Provokasi dan Kebohongan
Kremlin mengejek peringatan Amerika Serikat (AS) atas rencana invansi ke Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (15/2/2022) mengabaikan
Kemudian, melancarkan serangan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur.
Survei opini menunjukkan bahwa mayoritas orang Rusia memiliki pandangan seperti itu.
Baca juga: Ketua DPR AS Minta Rusia Tahu, Perang Bukanlah Jawaban Atasi Krisis Ukraina
Lebih dari setengah responden dalam jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Levada Center, firma opini independen terkemuka.
Dimana, menganggap AS bertanggung jawab atas kebuntuan Ukraina.
Sekitar 15% menyalahkan Ukraina dan hanya 3% -4% yang percaya, itu adalah kesalahan Rusia, sementara yang lain ragu-ragu.
Direkturnya Denis Volkov mengatakan dalam komentar yang disiarkan awal bulan ini.
Jajak pendapat nasional Levada dari sekitar 1.600 orang memiliki margin kesalahan tidak melebihi 3,4 poin persentase.
“Kebanyakan orang melihat konflik tersebut sebagai konflik Rusia-AS,” kata Volkov.
Dia menambahkan responden dalam wawancara, fokus pada AS yang dapat mendorong Ukraina untuk menyerang pemberontak di timur untuk menarik Rusia ke dalam pertempuran.
Baca juga: Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Ukraina, Situasi Memanas Akibat Pengerahan Pasukan Rusia
Ditanya apakah dia takut perang, warga Moskow Anaida Gevorgyan menolaknya sebagai propaganda Barat.
"Rusia tidak akan pernah melakukannya, kami adalah orang-orang bersaudara, dan kami telah hidup bersama selama bertahun-tahun," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobilisasi-ratusan-ribu-pasukan-rusia-di-perbatasan-dengan-ukraina.jpg)