Minggu, 10 Mei 2026

Internasional

Kremlin Ejek Peringatan AS Atas Invansi ke Ukraina, Hanya Sebar Provokasi dan Kebohongan

Kremlin mengejek peringatan Amerika Serikat (AS) atas rencana invansi ke Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (15/2/2022) mengabaikan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
YouTube
Mobilisasi ratusan ribu pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina. 

Kemudian, melancarkan serangan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur.

Survei opini menunjukkan bahwa mayoritas orang Rusia memiliki pandangan seperti itu.

Baca juga: Ketua DPR AS Minta Rusia Tahu, Perang Bukanlah Jawaban Atasi Krisis Ukraina

Lebih dari setengah responden dalam jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Levada Center, firma opini independen terkemuka.

Dimana, menganggap AS bertanggung jawab atas kebuntuan Ukraina.

Sekitar 15% menyalahkan Ukraina dan hanya 3% -4% yang percaya, itu adalah kesalahan Rusia, sementara yang lain ragu-ragu.

Direkturnya Denis Volkov mengatakan dalam komentar yang disiarkan awal bulan ini.
Jajak pendapat nasional Levada dari sekitar 1.600 orang memiliki margin kesalahan tidak melebihi 3,4 poin persentase.

“Kebanyakan orang melihat konflik tersebut sebagai konflik Rusia-AS,” kata Volkov.

Dia menambahkan responden dalam wawancara, fokus pada AS yang dapat mendorong Ukraina untuk menyerang pemberontak di timur untuk menarik Rusia ke dalam pertempuran.

Baca juga: Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Ukraina, Situasi Memanas Akibat Pengerahan Pasukan Rusia

Ditanya apakah dia takut perang, warga Moskow Anaida Gevorgyan menolaknya sebagai propaganda Barat.

"Rusia tidak akan pernah melakukannya, kami adalah orang-orang bersaudara, dan kami telah hidup bersama selama bertahun-tahun," tambahnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved