Internasional
Kremlin Ejek Peringatan AS Atas Invansi ke Ukraina, Hanya Sebar Provokasi dan Kebohongan
Kremlin mengejek peringatan Amerika Serikat (AS) atas rencana invansi ke Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (15/2/2022) mengabaikan
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Kremlin mengejek peringatan Amerika Serikat (AS) atas rencana invansi ke Ukraina.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (15/2/2022) mengabaikan peringatan invasi sebagai kegilaan.
Dia mengejek langkah AS dan beberapa sekutunya untuk menarik sebagian besar staf diplomatik dari Ukraina sebagai histeria demonstratif.
Dilansir AP, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova juga mengambil nada yang lebih agresif.
Dia mencela peringatan Washington tentang serangan Rusia yang akan segera terjadi di Ukraina sebagai propaganda perang oleh AS dan beberapa sekutunya.
Zakharova menuduh AS membutuhkan perang dengan harga berapa pun.
Dia menuduh AS menyebar provokasi, disinformasi, dan ancaman sebagai metode favorit untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Dia mencela klaim intelijen AS tentang dugaan operasi "bendera palsu" yang dipasang oleh Rusia untuk menciptakan dalih untuk menyerang Ukraina.
Baca juga: Pentagon Kirim Lagi Ribuan Pasukan ke Polandia, Bukan Untuk Berperang di Ukraina, Ini Tugasnya
Dia membandingkannya dengan pidato Menteri Luar Negeri AS Colin Powell pada 2003 di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Ddi mana, dia membuat alasan untuk perang melawan Irak, mengutip informasi intelijen yang salah.
Mengklaim bahwa Saddam Hussein diam-diam menyembunyikan senjata pemusnah massal.
“Politisi AS berbohong, berbohong dan akan terus berbohong,” kata Zakharova.
Retorika semacam itu telah diperkuat oleh televisi pemerintah.
Seorang pembawa acara menuduh AS jahat.
Dia menuduh Washington dan sekutunya merencanakan operasi palsu untuk mendorong pasukan di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobilisasi-ratusan-ribu-pasukan-rusia-di-perbatasan-dengan-ukraina.jpg)