Selasa, 28 April 2026

Berita Banda Aceh

Suplai Solar Mulai Dikurangi

Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Luengbata, Banda Aceh, masih saja terjadi

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Antrean solar subsidi di SPBU Blang Muko, Nagan Raya. Foto direkam, Senin sore (14/2/2022). 

BANDA ACEH - Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Luengbata, Banda Aceh, masih saja terjadi.

Antrean itu sebagai dampak pengurangan suplai solar ke SPBU tersebut dari 16 kiloliter (KL) atau 16.000 liter menjadi 8 KL per harinya.

Erwan, pengawas pengisian SPBU Luengbata mengatakan, terbatasnya persediaan solar bersubsidi di SPBU yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sudah terjadi sejak Januari 2022.

Kini, setiap harinya dijaringan aplikasi penebusan solar ada pengumuman penebusan solar subsidi (biosolar).

“Senin (14/2/2022), SPBU Luengbata masih diberikan kuota solar sebanyak 16 KL.

Penebusan yang kami lakukan sebanyak itu, Tapi hari ini, Pertamina menerbitkan pengumuman di aplikasi jaringan penebusan bahan bakar minyak, SPBU Leungbata hanya diizinkan menebus solar subsidi 8 KL, maka sebanyak itu yang kami ajukan,” tandasnya.

Namun untuk jenis BBM nonsubsidi, seperti Dexlite, yang harganya saat ini sudah naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 12.150/liter, tak ada batas permintaan.

“Berapa pun yang diminta SPBU, Pertamina mengabulkannya.

Tapi untuk solar bersubsidi, Pertamina yang mengatur dengan maksud menjaga kuota agar penyalurannya tidak malampui target,” terang Erwan.

Baca juga: Suplai Solar Subsidi Berkurang ke SPBU Sejak Minggu Keempat Januari sampai Minggu Kedua Februari

Baca juga: Solar Langka, Truk Antre di SPBU Lueng Bata Banda Aceh Hingga Macet 

Diungkapkan, ada beberapa perusahaan yang mengambil solar subsidi dari SPBU Luengbata.

Seperti bus JRG, Putra Pelangi, Simpati Star, truk barang Sepakat Group, truk ekspedisi dan truk kuning di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.

”Kalau stok solar subsidi sebanyak 9 KL dilepas semua, sebentar saja habis,” ujarnya.

Ketua Hiswanamigas Aceh, Nahrawi Noerdin mengatakan, Hiswanamigas hanya sebagai mitra Pertamina dalam pendistribusian bahan bakar subsidi dan nonsubsidi.

Antrean panjang untuk pengisian solar di SPBU Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (14/2/2022). Pasalnya, BBM subsidi itu saat sedang langka
 
Antrean panjang untuk pengisian solar di SPBU Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (14/2/2022). Pasalnya, BBM subsidi itu saat sedang langka   (SERAMBINEWS.COM/ROMADANI)

Sementara soal pengaturan penebusan BBM subsidi, itu menjadi kewenangan penuh Pertamina.

Pihaknya hanya bisa menyarankan dan mengusulkan, sedangkan putusan ada pada Pertamnina.

“Sejak akhir Januari hingga kini, Pertamina mulai mengatur kembali penjualan solar bersubsidi secara bijak dan proporsional, dengan maksud agar kuota bulanannya tertap terjaga.

Dan kalaupun terjadi kelebihan, tidak terlalu besar,” terang Toke Awi, sapaan akrab Nahrawi Noerdin.

Menurutnya, jika kuota penyaluran nulanan solar subsidi melampui target, maka yang akan menanggung biaya subsidi adalah Pertamina, bukan pemerintah.

Baca juga: Anggota DPRA Dorong Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi, Terkait Antre di Nagan dan Aceh Barat

“Makanya Pertamina di daerah mengendalikan penyaluran solar subsidi itu agar tepat sasaran dan tidak salah sasaran,” terangnya.

Tidak Dibatasi, Tapi Diatur

Sales Area Manager PT Pertamina Aceh, Sonny Indro Prabowo menjelaskan, penyaluran solar subsidi (biosolar) tidak dibatasi, tapi diatur kembali, sesuai dengan kondisi lapangan.

“Biaya subsidinya cukup besar, makanya diatur distribusinya,” terangnya.

Dia mencontohkan kebutuhan biosolar di SPBU Luengbata rata-rata per hari 12-14 KL, Maka, jika hari ini dikirim sebanyak 16 KL, besoknya di kirim 8 KL, sehingga totalnya menjadi 24 KL.

“Berarti distribusi yang dilakukan Pertamina masih memenuhi kebutuhan harian,” ungkap Sonny.

“Kalau untuk solar nonsubsidi, Pertamina tidak membatasi.

Diminta 16 KL, sebanyak itu kami kirim.

Makanya stok BBM nonsubsidi jarang putus.

Kita berharap, bus dan truk yang tak kebagian biosolar bisa menggunakan Dexlite.

“Kami terus berupaya agar suplai solar subsidi ke SPBU sesuai kebutuhan lapangan, agar kondisinya tetap normal,” pungkasnya. (her)

Baca juga: Pertamina Diminta Jamin Stok Solar, Truk Antre Berjam-jam di SPBU

Baca juga: Sopir Truk Mengeluh Antre Berjam-jam di SPBU, Dampak Pasokan Solar Tersendat di Nagan Raya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved