Berita Banda Aceh
Balita Tuna Rungu dan Wicara Ini Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Kanker
Saat ini, Fitri masih dalam proses rawat jalan, dan masih butuh menjalani beberapa kali proses pengobatan kemoterapi lagi.
Laporan Farma Andiansyah | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang balita Tuna Rungu dan Wicara penderita kanker Neoroblastoma asal Kabupaten Bener Meriah saat ini masih butuh bantuan.
Fitriyani yang masih berusia 1,7 tahun ini merupakan anak kedua dari pasangan suami istri dari bapak Juanda (38) dan Ibu Fatimah (37) yang berasal dari Desa Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Kedua orangtua Fitri juga mengalami tuna rungu dan tuna Wicara.
Sejak lima bulan lalu balita kelahiran Bener Meriah ini dibawa oleh kedua orang tuanya dan dibantu oleh Forum Gayo Bersatu ke salah satu rumah sakit di Banda Aceh untuk menjalani pengobatan. Selama di Banda Aceh dia telah dioperasi dan dua kali menjalani kemoterapi dan akan menjalani kemoterapi ketiga kalinya.
Selama di Banda Aceh, Fitriyani dan kedua orang tuanya terpaksa tinggal di Rumah Singgah C-Four yang belamat di Jl Sepat, Lamprit Kecamatan Kuta Alam, tepat didepan SD Negeri 35 Banda Aceh. Beruntungnya mereka juga di dampingi oleh komunitas peduli anak kanker ini dalam menjalani pengobatannya selama di Banda Aceh.
Kedua orang tuanya berasal dari keluarga kurang mampu, Ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang las dan terpaksa menganggur karena ikut mendampingi pengobatan anaknya.
Ratna Eliza selaku pendamping dan pendiri dari rumah Singgah C-Four mengatakan kepada Serambinews.com, Kamis, (17/02/2022).
"Karena memiliki keterbatasan pendengaran dan komunikasi, kedua orang tuanya kesulitan untuk mengakses informasi terkait pelayanan dan perkembangan kesembuhan anaknya sehingga kami selalu dampingi" ujar Ratna.
Ratna juga menyampaikan, untuk saat ini, Fitri masih dalam proses rawat jalan, dan masih butuh menjalani beberapa kali proses pengobatan kemoterapi lagi, dan kedua orang tuanya memilih tetap tinggal di Banda Aceh demi kesembuhan anaknya.
Untuk kebutuhan hidup di Banda Aceh mereka masih bergantung pada rumah singgah C-Four namun terkadang ayah Fitriyani juga bekerja sebagi buruh serabutan jika ada yang memintanya untuk bekerja.
Kedua orangtuanya berharap putri kecilnya bisa cepat sembuh dan tumbuh seperti anak balita pada umumnya. Meskipun mereka masih kesulitan dalam keuangan tapi mereka tetap optimis dan berdoa agar ke-ajaiban itu datang pada anaknya sehingga mereka bisa cepat pulang ke rumah dengan wajah gembira.(*)
Baca juga: Haji Uma Bantu Fasilitasi Pemuda yang Menderita Kanker Kelenjar Getah Bening Berobat ke RSUDZA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fitryani.jpg)