Rabu, 3 Juni 2026

Berita Luar Negeri

Rusia Tambah 7.000 Tentara Dekat Ukraina, Perluas Pengaruh Lewat Pembuatan Paspor Cepat

Amerika Serikat (AS) pada Kamis menepis laporan bahwa Rusia menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan justru menambahnya

Tayang:
Editor: bakri
YouTube
Mobilisasi ratusan ribu pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina. 

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) pada Kamis menepis laporan bahwa Rusia menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan justru menambahnya.

Seorang pejabat senior Gedung Putih yang dikutip AFP mengeklaim, Rusia menambah 7.00 tentara di perbatasan dengan Ukraina yang beberapa di antaranya tiba pada Rabu (16/2/2022).

Ia juga menyebut pengumuman penarikan pasukan dari Moskwa itu palsu.

"Kami terus menerima indikasi bahwa mereka dapat meluncurkan dalih palsu setiap saat untuk membenarkan invasi," ujar pejabat yang enggan disebut namanya itu.

Ia menambahkan, saat Rusia berkata ingin mencapai solusi diplomatik, tindakannya justru menunjukkan sebaliknya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan NATO satu suara dengan Ukraina dengan berujar tidak ada tanda-tanda penarikan pasukan Rusia setelah gerakan militer di Crimeaa.

Terlepas dari foto-foto di media pemerintah Rusia yang dikatakan menunjukkan pasukan Moskwa mengakhiri latihan besar di Crimea, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut tidak ada bukti Rusia mundur.

“Kami melihat rotasi kecil.

Saya tidak akan menyebut rotasi ini sebagai penarikan pasukan oleh Rusia,” katanya dalam komentar yang disiarkan televisi.

"Kami tidak melihat perubahan.

" Penumpukan besar pasukan, rudal, dan kapal perang Rusia di sekitar Ukraina disebut sebagai risiko keamanan terburuk di Eropa sejak Perang Dingin.

Baca juga: Rusia Mulai Tarik Pasukan, Ukraina Tanggapi Hati-hati

Baca juga: Pentagon Belum Yakin Rusia Telah Buat Keputusan Akhir Untuk Menyerang Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (16/2/2022) mengatakan, latihan militer di Crimea--wilayah Ukraina yang dicaplok Moskwa pada 2014--telah berakhir dan pasukan kembali ke garnisun mereka.

Washington menuntut bukti de-eskalasi yang dapat diverifikasi, dan Presiden Joe Biden tetap bersumpah mendorong solusi diplomatik.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyambut baik usulan itu dengan mengatakan kepada wartawan, "Adalah positif bahwa presiden AS juga mencatat kesiapannya untuk memulai negosiasi serius.

(Foto Ilustrasi Tentara Amerika). Tentara AS memasang peluncur rudal di dekat peluncur rudal darat-ke-udara lembing di sebelah Bradley Fighting Vehicle (BFV) AS selama latihan militer gabungan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS (ISIS), di pedesaan Deir Ezzor di timur laut Suriah pada 7 Desember 2021. Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan tentaranya ke sekitar Ukraina, sebagai respons aksi Rusia yang diduga akan segera menginvasi Kyiv.
(Foto Ilustrasi Tentara Amerika). Tentara AS memasang peluncur rudal di dekat peluncur rudal darat-ke-udara lembing di sebelah Bradley Fighting Vehicle (BFV) AS selama latihan militer gabungan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS (ISIS), di pedesaan Deir Ezzor di timur laut Suriah pada 7 Desember 2021. Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan tentaranya ke sekitar Ukraina, sebagai respons aksi Rusia yang diduga akan segera menginvasi Kyiv. (AFP/DELIL SOULEIMAN)

" NATO juga menuduh Rusia mengirim lebih banyak pasukan ke pembangunan militer besar-besaran di sekitar Ukraina, bahkan ketika Moskwa mengatakan bahwa pihaknya menarik pasukan dan terbuka untuk diplomasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved