Jurnalisme Warga
Antusiasnya Kaum Milenial Ikut Pelatihan DEA
BULAN Februari ini Kabupaten Bireuen mencatat sejarah baru dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengadakan pelatihan
OLEH M. ZUBAIR, S.H.,M.H., Kadis Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen
BULAN Februari ini Kabupaten Bireuen mencatat sejarah baru dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengadakan pelatihan Digital Enterpreneurship Academy (DEA) dengan tema Pengelolaan Keuangan Digital untuk Pelaku UMKM.
Pelatihan ini diprakarsai oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDM) Kominfo Medan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga angkatan di Hotel Fajar Bireuen.
Tanggal 2-3 Februari untuk angkatan I, tanggal 4-5 Februari untuk angkatan II, dan 8-9 Februari untuk angkatan III.
Pelatihan diikuti 315 peserta yang dibagi dalam setiap angkatan sebanyak 105 peserta.
Dari 105 peserta pada setiap angkatan dibagi lagi ke dalam tiga ruang agar lebih efektif dalam pelaksanaan kegiatan, di samping pertimbangan untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19, sehingga untuk setiap ruang hanya berjumlah 35 orang.
Pelatihan DEA yang bertemakan Pengelolaan Keuangan Digital tersebut merupakan salah satu tema dari sejumlah tema yang disiapkan BBPSDM Medan dalam program pelatihan Digital Talent Scholarship Academy (DTS).
Pelatihan DEA itu juga merupakan suatu latihan untuk meningkatkan kompetensi pengeloalaan keuangan digital bagi pelaku UMKM di zaman digitalisasi ini.
Juga sebagai implimentasi pelaksanaan nota kesepakatan akselarasi program DTS tahun 2022 melalui sinergitas pengembangan SDM digital antara Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang ditandatangani pada 23 Desember 2021.
Baca juga: Program Penguatan Digital Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata
Baca juga: Pemkab Tamiang Kembangkan UMKM Produk Lokal
Kegiatan jemput bola yang diupayakan Diskominsa Kabupaten Bireuen ini untuk program DTS pemerintah pusat, Kabupaten Bireuen memperoleh kuota peserta 5.00 orang untuk sejumlah tema yang diusung Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo.
Khusus untuk pelatihan DEA dialokasikan 750 peserta.
Sejarah baru bagi Kabupaten Bireuen dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk melek digital, yaitu di mana mulai tahun ini Pemkab Bireuen melalui Diskominsa telah berupaya memberdayakan masyarakatnya di bidang informasi teknologi dengan mengadakan pelatihan dalam jumlah besar dengan berbagai topik pelatihan sampai memenuhi kuota sebanyak 5.000 peserta.
Jumlah peserta yang spektakuler itu disambut dengan sangat antusias oleh kaum milenial di Kabupaten Bireuen.
Antusiasnya masyarakat Kabupaten Bireuen terhadap pemberdayaan pemanfaatan media digital untuk kemudahan dalam pemasaran dan promosi produk-produk usahanya dapat terlihat dari kuota 105 peserta yang dibutuhkan untuk setiap angkatan pelatihan.
Namun, calon peserta yang mendaftar melalui link pendaftaran melebihi kuota yang telah ditetapkan, bahkan untuk setiap angkatan bisa mencapai 250 calon peserta yang mendaftar.
Menariknya lagi, peminat untuk mengikuti kegiatan pelatihan DEA tersebut didominasi oleh kaum muda yang punya usaha masing-masing.
Ketertarikan kaum muda mileneal tersebut untuk mengikuti kegiatan DEA diungkapkan pada sesi penutupan ketika diberi kesempatan bagi para peserta untuk menyampaikan pesan dan kesannya selama mengikuti pelatihan.
Dari kesean dan pesan yang disampaikan peserta pada ketiga angkatan umumnya mereka sangat bangga dengan adanya pelatihan- pelatihan untuk pengembangan diri yang bisa menghasilkan benefit dengan memanfaatkan media digital.
Mereka ingin berusaha lebih bagus lagi dengan metode pemasaran melalui media online seiiring dengan perkembangan zaman yang harus diikuti sehingga tidak ketinggalan dari pengusaha-pengusaha sukses di luar Aceh bahkan luar negeri.
Baca juga: Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Aceh Tamiang Kembangkan UMKM Produk Lokal
Baca juga: Pengembangan Akses Pembiayaan yang Terjangkau bagi UMKM merupakan Wujud Kehadiran Pemerintah
Di samping itu, mereka juga mengharapkan ada pelatihan- pelatihan lanjutan yang serupa dengan materi-materi yang lebih luas lagi karena waktu dua hari untuk satu angkatan dirasakan kurang memadai.
Sementara itu, ada kesan dari panitia bahwa dengan banyaknya pelamar yang berminat mengikuti pelatihan tersebut juga membuat panitia harus bekerja ekstra untuk menyeleksi peserta yang benar- benar sesuai dengan topik yang diusung.
Dengan adanya penyeleksian yang cukup ketat tersebut panitia juga kerap dihubungi calon peserta via handphone, baik berbicara langsung ataupun melalui pesan WhatsApp yang meminta agar mereka bisa diloloskan untuk ikut kegiatan tersebut.
Selain itu, ada juga kejadian- kejadian unik ketika ada calon peserta yang tidak lolos seleksi untuk ikut kegiatan DEA menyampaikan kata-kata yang kurang etis melalui WA kepada panitia.
Padahal, ketidaklulusan mereka adalah karena calon peserta yang tidak mau melakukan tes antigen yang disiapkan panitia secara gratis serta ada yang coba mendaftar untuk kedua kalinya setelah mengikuti kegiatan yang sama pada angkatan sebelumnya.
Dinamika penerimaan calon peserta pelatihan DEA tahun 2022 ini menggambarkan betapa antusiasnya masyarakat Bireuen, khususnya kawula muda kreatif dengan usaha masing-masing ingin mengembangkan potensi diri dalam berusaha.
Terutama dengan memanfaatkan media digital untuk lebih memudahkan dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sehingga mampu meraih hasil yang maksimal.
Gambaran ini menjadi bahan penting bagi pemerintah Kabupaten Bireuen khususnya dan Pemerintah Aceh umumnya untuk mengarahkan program penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kemampuan pelaku-pelaku UMKM untuk memanfaatkan media digital dalam pemasaran dan promosi usaha-usaha mereka.
Namun, untuk berhasilnya pemasaran secara online, maka kualitas barang yang diproduksi harus bagus serta packing yang menarik perlu sekali dijaga untuk bisa dipercaya konsumen secara luas.
Baca juga: Pengembangan Akses Pembiayaan yang Terjangkau bagi UMKM merupakan Wujud Kehadiran Pemerintah
Apalagi di masa pandemi Covid- 19 ini ketika dilakukan pembatasan masyarakat untuk melakukan kegiatan dengan berinteraksi langsung, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu pemasaran dan promosi melaui media digital.
Di samping itu, dengan adanya pelatihan DEA ini juga selain memberdayakan pelaku UMKM dalam damemanfaatkan media digital, kepada mereka juga diajarkan tetang tata cara pengeloaan keuangan yang masing-masing topik dipandu langsung oleh pakarpakar yang telah mengikuti training of trainer (ToT) yang dilakasanakan oleh Balitbang Kementerian Kominfo.
Kegiatan menarik perhatian masyarakat luas ini yang dilaksanakan Diskominsa Bireuen bekerja sama dengan BBPSDM Kominfo Medan juga sebagai tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk terus memperkuat dan mengembangkan UMKM yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian.
Adapun kebjakan tersebut, yaitu melalui upaya melakukan transformasi UMKM dalam pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan daya tahan yang lebih tinggi dan kapasitas yang lebih produktif serta inovatif.
Kondisi UMKM di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah, untuk mempertahankan usaha bisnisnya agar tetap bertahan di masa sulit ini.
Perubahan sistem bisnis menjadi online diakui dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas UMKM.
Sebanyak 3,2 juta unit UMKM telah tergabung ke ekosistem digital sejak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dicanangkan.
Bahkan, sampai Agustus 2021 sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22% total UMKM tergabung dalam e-commerce.
Sebagai salah seorang narasumber pada kegiatan tersebut saya selalu menyemangati peserta untuk menggunakan handphone dan laptopnya ke arah positif dan produktif dengan trik pemanfaatan infrastrukur TIK yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
Dengan demikian, jadi pengusaha digital, siapa takut?
Baca juga: Berdayakan Pelaku UMKM, Bank Aceh Syariah KPO Latih Peternak Penggemukan Sapi Pedaging
Baca juga: Pelaku UMKM Ikut Pelatihan Penciptaan Merk