Senin, 1 Juni 2026

Berita Aceh Besar

Kemenag Aceh Besar Tuntaskan Ruislag Tanah Wakaf Yang Masuk Area Jalan Tol

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan tim penetapan keseimbangan nilai dan manfaat tukar menukar

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Asisten III Setdakab Aceh Besar, Jamaluddin didampingi Kakankemenag H Abrar Zym dan Kasubbag tata usaha H Khalid Wardana melakukan pemetaan dan pemasangan tanda batas tanah yang dihibahkan Pemkab Aceh Besar untuk pembangunan kantor KUA Pulo Aceh di Lampuyang, Rabu (2/2/2022) 

JANTHO - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan tim penetapan keseimbangan nilai dan manfaat tukar menukar harta benda wakaf yang masuk dalam area pembangunan jalan tol di wilayah Aceh Besar, menuntaskan kegiatan verifikasi dan kunjungan lapangan terhadap 7 persil tanah wakaf.

Tanah-tanah wakaf itu berada di Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam 2 persil, Cot Keu'eung, Kecamatan Kuta Baro 4 persil dan sisa tanah wakaf pengganti di Mesalee Kecamatan Indrapuri 1 persil.

Menurut Kakankemenag Aceh Besar, Abrar Zym didampingi ketua Tim Khalid Wardana, dalam keterangan tertulisnya kepada Serambi, Jumat (18/2/2022) mengatakan, sejak tahun 2019 sampai saat ini Tim Kemenag bersama PPK jalan tol dan instansi terkait telah melakukan kunjungan dan verifikasi sebanyak 28 persil tanah wakaf dan telah mendapatkan tanah pengganti yang berada di Kecamatan Lembah Seulawah, Seulimuem, Kuta Cotglie, In

drapuri, Kuta Baro, Darussalam dan Baitussalam.

Tuntasnya proses ruislag tanah wakaf untuk pembangunan jalan tol tidak terlepas dengan dukungan masyarakat, aparatur gampong, nazhir wakaf dan kegigihan PPK jalan tol bersama tim Kemenag untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan, bahkan di beberapa lokasi sempat terjadi pemblokiran jalan tol dan tarik ulur terhadap nilai ganti rugi untuk proses ruislag tanah wakaf.

Kakankemenag Aceh Besar mengucapkan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota tim yaitu BWI, MPU, Pemkab Aceh Besar, KUA, nazhir wakaf dan aparatur gampong yang telah mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam mendukung terwujudnya proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol di wilayah Aceh Besar dengan terlibat langsung dalam proses ruislag tanah wakaf area jalan tol.

Baca juga: Kemenag Aceh Besar Baksos ke Panca Kubu

Baca juga: Kemenag Aceh Besar Tinjau KUA Muara Batu Aceh Utara

Begitu juga dengan PPK Jalan tol selaku penanggung jawab ganti rugi dan proses ruislag telah membangun kerja sama yang baik untuk menyelamatkan aset tanah wakaf, mudah mudahan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah," ujar H Khalid Wardana.

Lebih lanjut Kemenag Aceh Besar mengimbau seluruh pengambil kebijakan, aparatur pemerintah, nazhir dan tokoh masyarakat untuk ikut pro aktif menjaga, memberdayakan dan menyelamatkan berbagai aset tanah wakaf, apalagi Kemenag bersama Baitul Mal Aceh Besar dan BPN dalam beberapa tahun ini menjalankan program pembuatan sertifikat tanah wakaf secara gratis.

Untuk itu di perlukan kepedulian semua pihak, para wakaf telah mewakafkan harta bendanya untuk agama, jadi tugas kita untuk mewakafkan waktu dan pikiran dalam menyelamatkan berbagai aset tanah wakaf, harap H Abrar Zym.

Dalam kegiatan kunjungan dan verifikasi tanah wakaf di Kecamatan Baitussalam, Kuta Baro dan Indrapuri hari ini selain tim Kemenag Aceh Besar juga hadir Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh yang juga sekretaris BWI Aceh Drs H Azhari MA bersama jajarannya. (as)

Baca juga: Kemenag Aceh Besar Monitoring Penggunaan Dana BOS di Madrasah Terpencil

Baca juga: Mahkamah Syariyah Jantho dan Kemenag Aceh Besar Laksanakan Sidang Terpadu di Pulau Terluar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved