Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Perang Ukraina Semakin Dekat, Jerman Sampai NATO Relokasi Staf Keluar Kiev

Sudah ada tanda-tanda baru perang Ukraina bisa dimulai dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah Jerman dan Austria langsng bertindak, minta warganya

Editor: M Nur Pakar
AFP/Anatolii STEPANOV
Seorang penduduk memeriksa rumahnya yang rusak setelah penembakan di desa Novohnativka, wilayah Donetsk, tidak jauh dari posisi Pasukan Militer Ukraina di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia, Minggu (20/2/2022) 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Sudah ada tanda-tanda baru perang Ukraina bisa dimulai dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintah Jerman dan Austria langsng bertindak, minta warganya meninggalkan Ukraina.

Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa juga membatalkan penerbangan ke Ibu Kota Kiev.

Termasuk ke Odessa, pelabuhan Laut Hitam yang bisa menjadi target utama invasi Rusia.

Kantor penghubung NATO di Kiev mengatakan merelokasi staf ke Brussel dan kota Lviv di Ukraina barat.

Seorang pejabat tinggi militer Ukraina mentatakan berada di bawah serangan penembakan selama tur di garis depan, Ukraina timur.

Baca juga: Presiden Ukraina Kritik Amerika Serikat, Buat Tuduhan Berlebihan Atas Rencana Invansi Rusia

Para pejabat melarikan diri ke tempat perlindungan sebelum bergegas keluar dari daerah itu.

Hal itu dilaporkan oleh seorang jurnalis Associated Press (AP) yang juga ikut tur pada Sabtu (19/2/2022).

Kekerasan di Ukraina timur telah meningkat dalam beberapa hari terakhir ini.

Ukraina dan dua wilayah yang dikuasai pemberontak saling menuduh satu sama lain melakukan serangan.

Rusia pada Sabtu (19/2/2022) mengatakan setidaknya dua peluru yang ditembakkan dari bagian timur Ukraina yang dikuasai pemerintah mendarat di seberang perbatasan.

Tetapi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menolak klaim itu sebagai pernyataan palsu.

Baca juga: Pentagon Belum Yakin Rusia Telah Buat Keputusan Akhir Untuk Menyerang Ukraina

Kekerasan sporadis telah pecah selama bertahun-tahun di sepanjang garis yang memisahkan pasukan Ukraina dari pemberontak yang didukung Rusia.

Tetapi serangan penembakan dan pengeboman baru-baru ini dapat memicu perang skala penuh.

Amerika Serikat dan banyak negara Eropa telah menuduh Rusia memindahkan 150.000 tentara ke dekat perbatasan Ukraina.

“Mereka melepaskan diri dan sekarang siap untuk menyerang,” kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Sabtu (19/2/2022) saat berkunjung ke Lithuania.(*)

Baca juga: Kremlin Ejek Peringatan AS Atas Invansi ke Ukraina, Hanya Sebar Provokasi dan Kebohongan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved