Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Presiden Ukraina Minta Bertemu Vladimir Putin, Kritik Pedas Barat, 'Kami Bukan Peti Mati'

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy minta bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. "Saya tidak tahu apa yang diinginkan Presiden Rusia, jadi saya

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Thomas KIENZLE
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara di Konferensi Keamanan Munich (MSC) di Munich, Jerman selatan, pada Sabtu (19/2/2022). 

SERAMBINEWS.COM, MUNiCH - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy minta bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya tidak tahu apa yang diinginkan Presiden Rusia, jadi saya mengusulkan pertemuan," kata Zelenskyy di Konferensi Keamanan Munich.

Zelenskyy mengatakan Rusia dapat memilih lokasi untuk pembicaraan dengan dirinya.

"Ukraina akan terus mengikuti hanya jalur diplomatik demi penyelesaian damai."

Tidak ada tanggapan langsung dari Kremlin.

Zelenskyy berbicara beberapa jam setelah para pemimpin separatis di Ukraina timur memerintahkan mobilisasi militer penuh pada Sabtu (19/2/2022).

Sedangkan para pemimpin Barat semakin memperingatkan rencana invasi Rusia terhadap tetangganya tampaknya sudah dekat.

Volodymyr Zelensky langsung menyampaikan kritik pedas atas kelambanan Barat terhadap rencana agresi Rusia ke negaranya.

Dia beralasan Ukraina telah bertindak sebagai perisai selama delapan tahun terakhir dan arsitektur keamanan Eropa telah gagal total menjaga negaranya.

Baca juga: Pentagon Belum Yakin Rusia Telah Buat Keputusan Akhir Untuk Menyerang Ukraina

Pidato Zelensky yang diawasi ketat di Konferensi Keamanan Munich, Jerman seusai Presiden AS Joe Biden mengeluarkan peringatan, seperti dilansir AP, Minggu (20/2/2022).

Biden memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk menyerang Ukraina, dan berencana menargetkan Ibu Kota Kiev.

Para pejabat AS telah mendesak Zelensky untuk tidak meninggalkan negara itu.

Tetapi, Zelensky mengatakan setelah pidatonya, penting untuk tidak menunjukkan kepanikan atau membiarkan keputusan dibuat tanpa Ukraina.

“Menempatkan diri di peti mati dan menunggu tentara Rusia masuk bukanlah sesuatu yang kami inginkan,” kata Zelensky dalam tanya jawab setelah pidato.

Sebuah eskalasi serius di wilayah separatis pro-Rusia di timur Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran.

Bahkan, Kremlin mulai mengarang dalih untuk menyerang Ukraina dalam beberapa hari mendatang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved