Berita Pidie
Drainase di Kota Sigli Sumbat, Tebar Penyakit dan Bau Busuk, Dibiarkan Bertahun-tahun
Kerap menebar penyakit serta aroma bau busuk di sepanjang drainase pinggir ruas jalan Prof A Majid Ibrahim
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Kerap menebar penyakit serta aroma bau busuk di sepanjang drainase pinggir ruas jalan Prof A Majid Ibrahim
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Saluran drainase di dalam Kota Sigli persisnya di depan Rumah Sakit Mufid Jalan Prof A Majid Ibrahim sangat jorok.
Kerap menebar penyakit serta aroma bau busuk di sepanjang drainase pinggir ruas jalan Prof A Majid Ibrahim terutama dalam pusat Kota Sigli, Pidie, Senin (21/2/022)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra SH (Bulek) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk menuntaskan sumbatan saluran drainase yang terjadi selama belasan tahun.
"Seharusnya pemerintah tidak perlu memikirkan proyek baru sementara' fasilitas publik yang telah ada musti dilakukan perawatan sehingga tidak memberikan dampak memberikan dampak buruk bagi publik,'"sebut Anwar Sastra Putra SH kepada Serambinews.com, Senin (21/2/2022).
Begitupun saat musim hujan, air hujan yang tidak bisa mengalir lancar meluber dari drainase, sehingga merendam jalan maupun permukiman penduduk.
Baca juga: Jabatan Bupati Pidie Berakhir 17 Juli 2022, DPRK: Sosok Pj Bupati yang Paham Daerah
Baca juga: Berdiri di Jalur Drainase, Enam Bangunan Liar di Seumadam Ditertibkan
Baca juga: PUPR Bangun Drainase di Depan Pasar Al-Mahirah
“ Selain rawan banjir, kondisi ini juga tidak sehat karena menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk dan bisa menimbulkan bermacam penyakit.
ondisinya yang jorok juga menebar bau tidak sedap” kata Anwar Sastra Putra.
Menurut politisi Partai Aceh (PA), dalam berbagai kesempatan sudah berulang kali meminta dan mendorong Pemkab Pidie untuk melakukan normalisasi drainase di semua lokasi di dalam Kota Sigli.
Bahkan dia dengan nada tegas meminta Pemkab Pidie untuk melanjutkan program pembangunan drainase di dalam Kota Sigli yang belum tuntas, seperti drainase di Jalan Prof. Amajid Ibrahim.
Selain harus dilakukan normalisasi, drainase-darainase di dalam Kota Sigli juga harus ditutup dengan baik.
Hal ini peting dilakukan untuk menhindari kecelakaan kendaraan. Bila drainase telah ditutup kemukinan besar kecelakaan kendaraan, seperti mobil terjatuh ke dalam drainase bisa diminiminalisir.
'Kami mendesak Pemkab Pidie, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membuat perencanaan penataan kembali drainases dalam Kota Sigli pada Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) Pidie," jelasnya.
Kepala DLH Pidie, Firman Maulana SSTP kepada Serambinews.com, Senin (21/2/2022) mengatakan, pihaknya saat ini dalam pendataan pada segenap saluran drainase dalam pemukiman kota. 'dalam waktu dekat kami lakukan langkah-langkah perbaikan agar lingkungan lebih nyaman,"pungkasnya. (*)