Berita Bireuen
Musrenbang di Bireuen Selesai, Anggaran Tiap Tahun Berkisar Rp 2 T, Kebutuhan Rp 4 Triliun
Dalam kegiatan hari terakhir, Musrenbang di Peusangan Siblah Krueng dihadiri Sekdakab Bireuen bersama sejumlah kepala dinas.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Dalam kegiatan hari terakhir, Musrenbang di Peusangan Siblah Krueng dihadiri Sekdakab Bireuen bersama sejumlah kepala dinas.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Bireuen dimulai Senin (07/02/2022) berakhir Senin (21/2/2022).
Untuk pertama di Kecamatan Kota Juang Bireuen kemudian juga berlangsung di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Jangka.
Dalam kegiatan hari terakhir, Musrenbang di Peusangan Siblah Krueng dihadiri Sekdakab Bireuen bersama sejumlah kepala dinas.
Sedangkan di Jangka dihadiri langsung Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani serta sejumlah kepala dinas dan ikut dihadiri Ketua DPRK Bireuen, Rusydi Mukhtar S Sos.
Bupati Bireuen mengutarakan, ianya mendengar berbagai usulan dari Jangka, begitu juga dari berbagai kecamatan lainnya mulai dari Samalanga sampai Gandapura.
Baca juga: Warga Bireuen Positif Covid-19 Bertambah Lagi Menjadi 29 Orang
Baca juga: Waspada! 4 Penyakit Ini Bisa Mengintai Tubuh Akibat Terlalu Banyak Makan Menurut dr Zaidul Akbar
Bupati mengakui banyak usulan, program, proyek pembangunan belum tertangani, salah satu sebabnya anggaran daerah terbatas, anggaran setiap tahun berkisar Rp 2 triliun sedangkan kebutuhan mencapai Rp 4
triliun.
Harapannya, berbagai usulan hendaknya disepakati mana yang sangat prioritas dan sangat penting terutama sekali program pemberdayaan ekonomi dan juga infrastruktur mulai dari jalan, jembatan
lainnya.
“Usulan harus sesuai tingkat kebutuhan dan sangat penting mengingat anggaran daerah sangat terbatas, maka sepakati mana yang lebih utama,” ujarnya.
Dalam pertemuan di hadapan seluruh keuchik, tuha peut dari 46 desa di Jangka, Muzakkar memaparkan tentang bantuan Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah sejak tujuh tahun lalu.
Muzakkar mengkalkulasikan, misalnya setiap desa menerima Rp 800 juta/tahun, jumlah desa di Bireuen 609 desa, maka setiap tahun dikucurkan Rp 487 miliar dikalikan tujuh tahun maka kucuran anggaran dari pemerintah
khusus DD ke Bireuen sudah mencapai angka Rp 3 triliun lebih untuk seluruh desa di Bireuen.
“Kucuran dalam dua tahun terakhir sebagian DD diarahkan untuk penanganan covid-19 dan BLT, sedangkan lima tahun sebelumnya untuk kemajuan desa,” ujarnya.
Tujuan dari bantuan DD agar desa maju, berkembang dan mandiri, terutama bidang pemberdayaan ekonomi, namun masih banyak desa di Bireuen belum mandiri, untuk itu diharapkan kepala desa dapat merancang program pemberdayaan ekonomi dan juga kebutuhan lainnya.
Catatan diperoleh kata Muzakkar, dari 609 desa baru tiga desa di Bireuen yang sudah mandiri dan delapan desa lainnya menuju desa mandiri.