Minggu, 19 April 2026

Berita Banda Aceh

USK Kembali Kukuhkan Tiga Profesor Baru

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan tiga profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat, Prof Dr Ir Abubakar MS

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan tiga profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat, Prof Dr Ir Abubakar MS.

Pengukuhan itu dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada Senin (21/2/2022).

Guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Faisal SE MSi MA, Prof Dr Rusli Yusuf MPd, dan Prof Dr Ir Hammam Riza Yusuf MSc.

Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEANEng dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan kali ini terasa istimewa karena merupakan pengukuhan terakhir yang ia hadiri sebagai Rektor USK.

Pada kesempatan itu, Rektor juga sangat bersyukur karena laju pertumbuhan profesor di USK masih relatif terjaga.

Bahkan cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir.

Saat ini, USK sudah memiliki 105 profesor.

Rektor mengakui, jumlah tersebut masih relatif kecil karena baru 6,8 persendari jumlah dosen USK yang mencapai 1.543 orang.

Namun, Rektor optimis jumlah profesor USK akan meningkat.

Sebab, saat ini jumlah dosen USK yang relatif muda, bergelar doktor, serta memiliki jabatan fungsional kepala, terbilang cukup banyak.

Baca juga: USK Kembali Kukuhkan Enam Profesor, Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Baca juga: Dr Syahrul Jadi Profesor Atas Dedikasinya Tangani Stroke

“Saat ini USK memiliki 418 dosen yang berjabatan lektor kepala.

Jadi, kita optimis mereka bisa segera mencapai gelar profesornya,” ucap Rektor seperti disampaikan Koordinator Humas USK, Ferizal Hasan SE, kepada Serambi, kemarin.

Selanjutnya, Rektor menilai kepakaran ketiga profesor baru ini sangat penting bagi kemashalatan ummat.

Misalnya, Prof Faisal yang berusaha mencari cara untuk mengontrol konflik keagenan yang sering terjadi pada perusahaan publik.

Risetnya ini bertujuan untuk membuat proses investasi berjalan sehat, sehingga bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved