Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

USK Kembali Kukuhkan Tiga Profesor Baru

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan tiga profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat, Prof Dr Ir Abubakar MS

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

“Kajian Prof Faisal sangat penting, mengingat studi governance tentang konflik keagenan masih relatif sedikit, dan belum menghasilkan kesimpulan yang benar-benar konkrit,” ucap Rektor.

Begitu pula kepakaran Prof Rusli yang berusaha mencari cara untuk mengontrol prilaku manusia agar mencintai lingkungan.

Mengingat saat ini dunia mengalami krisi lingkungan yang sangat serius.

Selain faktor teknis-alamiah, penyebab kerusakan lingkungan hidup ternyata adalah perilaku manusia, yang memperlakukan lingkungan tidak baik, jauh dari tatanan konsensus dan etika, serta sifat antroposentris yang hampir tidak terkontrol.

Karena itulah, Prof Rusli menilai perlu diterapkannya pendidikan kewarganegaraan yang khusus mengkaji isu lingkungan yaitu pendidikan kewarganegaraan lingkungan.

Ilmu ini dapat menjadi instrumen internalisasi untuk menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran warga negara terhadap lingkungan.

Baca juga: USK Kembali Kukuhkan Enam Profesor, Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Baca juga: USK Kukuhkan Lima Profesor Baru

“Penelitian Prof Rusli bisa menjadi acuan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan, yang bukan hanya berfokus pada pemahaman keilmuan, tetapi juga dalam bentuk perilaku terutama yang terhubung dengan isu lingkungan,” ucap Prof Samsul Rizal.

Selanjutnya, kepakaran Prof Hammam pada bidang kecerdasan buatan sangat penting untuk pengembangan teknologi di Indonesia mengingat teknologi berkembang sangat pesat dan memberi pengaruh yang besar bagi dunia.

Beruntungnya, USK memiliki sejumlah pakar di bidang ini dan salah satunya pakar teknologi informasi yaitu Prof Hammam, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Prof Hammam sudah memfokuskan kajiannya tentang penerapan kecerdasan artifisial pada berbagai bidang sejak tiga dekade lalu.

Beberapa hasil kajiannya sudah diterapkan dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam pemrosesan bahasa alami atau natural language processing, dalam penerjemahan mesin atau machine translation, dalam pengenalan wicara atau Speech Recognition, dalam upaya reduksi risiko bencana, hingga inovasi teknologi kecerdasan artifisial untuk penanggulangan Covid-19 dan isu kesehatan secara keseluruhan.

“Prof.Hammam mengamati bahwa teknologi kecerdasan artifisial benar-benar terbukti dapat berperan signifikan dalam mengatasi berbagai persoalan di setiap aspek,” pungkas Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEANEng. (jal)

Baca juga: Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USK, Saiful Husin Raih Profesor Ilmu Manajemen dan Rekayasa Kontruksi

Baca juga: USK Kembali Kukuhkan Lima Profesor

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved