Berita Aceh Besar
Murtad karena Kenalan di Medsos, Remaja Putri Aceh Besar Kembali Disyahadatkan
Seorang remaja putri asal Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar kembali memeluk agama Islam setelah mengucap dua kalimah syahadat
Alhamdullilah sudah kembali masuk islam," katanya.
Untuk itu, dia meminta seluruh masyarakat di Aceh Besar, khususnya orangtua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak, terutama dalam bermedia sosial.
"Mari sama-sama kita jaga anak-anak kita.
Baca juga: Pemko Langsa Akan Tuntaskan Kasus Pemurtadan Cut Fitri
Dengan pendidikanlah anak kita selamat iman.
Selamat daripada Islam.
Pendidikan agama sangat penting.
Apalagi tantangan zaman saat ini," katanya dalam sambutan.
Lebih lanjut bupati mengingatkan jika ada persoalan yang dihadapi masyarakat secara ekonomi yang berpotensi terjadi pendangkalan aqidah agar segera diselesaikan segera bersama-sama dan pemerintah Aceh Besar siap membantu.
“Jika ada masalah kehidupan yang dapat mengganggu akidah umat, masyarakat agar menyampaikan ke perangkat gampong, keuchik, camat bahkan hingga ke pemerintah daerah, dan bisa hubungi dirinya langsung.
Saya mengharapkan masyarakat dapat menerima dan membimbing kembali remaja ini, dan tidak mengucilkan dirinya dan keluarganya,” kata Mawardi.
Keuchik Gampong Cot Preh, Busra mengatakan, dia memilih pindah agama karena terpengaruh ajakan seorang pria non muslim yang dia kenal melalui media sosial.
"Pada akhir 2021.
Anak ini pergi dari rumah, hingga orang tua dan pemerintah gampong melaporkan ke polisi sebagai penculikan.
Setelah dua bulan menghilang, akhirnya gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP ini kembali pulang ke orangtuanya.
"Dan saat kembali, kami peroleh informasi sudah menikah dengan laki-laki non muslim di Sumut, yang dia dikenal lewat medsos,” katanya.
Baca juga: Mualaf Asal Sulawesi Utara Ucapkan Syahadat di Meunasah Aceh Pondok Gede
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menyerahkan-santunan-kepada-gadis-berinisial-cpas-15.jpg)