Internasional
Presiden Ukraina Minta Relawan Asing Bergabung Melawan Agresi Tentara Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Minggu (27/2/2022) minta relawan asing dari seluruh dunia untuk bergabung dengannya.
Para pejabat berusaha meyakinkan penduduk, itu bukan serangan nuklir setelah ledakan itu mengirim bola api besar ke langit.
“Cukup berbahaya di jalanan kota sekarang,” kata Kepala Polisi Volodymyr Tymoshko sambil memohon kepada warga untuk tidak keluar.
“Karena kelompok kecil musuh yang masuk ke kota, pertempuran terus berlanjut," ujarnya.
Berbicara dalam pesan video yang diposting di akun Instagram Zelenskyy menyebut malam itu brutal di seluruh negeri.
Pasukan Rusia menargetkan bangunan tempat tinggal, taman kanak-kanak dan bahkan ambulans, katanya.
Rusia membantah telah menargetkan warga sipil.
Kiev akan tetap berada di bawah jam malam yang ketat sampai jam 8 pagi waktu setempat pada Senin (28/2/2022).
Sehingga, memperumit tugas menilai intensitas pertempuran, karena penduduk diberitahu menghindari keluar ke jalan dan mencari perlindungan.
Baca juga: Bantuan dari Barat Terlalu Lambat, Presiden Ukraina Ajak Warga Eropa Angkat Senjata Lawan Rusia
Pihak berwenang melaporkan bentrokan dengan kelompok sabotase Rusia sepanjang Sabtu (26/2/2022) malam.
Amunisi Rusia menghantam lokasi limbah radioaktif.
Ttetapi tingkat kerusakannya tidak diketahui karena penembakan terus berlanjut dan rudal, kata Inspektorat Nuklir Ukraina dalam sebuah pernyataan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky21.jpg)