Berita Aceh Utara
Atap Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Begini Nasib 13 Warga di Aceh Utara
Sehingga dua keluarga tersebut tidak bisa menempati lagi rumah mereka yang berkonstruksi kayu dan triplek karena atapnya rusak.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 13 warga dari dua keluarga di Dusun Mesjid Lama, Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara harus mengungsi setelah atap rumah mereka ambruk saat hujan deras dan angin kencang pada Minggu (27/2/2022) kemarin.
Sehingga dua keluarga tersebut tidak bisa menempati lagi rumah mereka yang berkonstruksi kayu dan triplek karena atapnya rusak.
Kedua keluarga tersebut adalah, Halimah (49) dan Jumiati Yusuf (37).
Halimah bersama enam anaknya pada Minggu malam, mengungsi ke rumahnya kakaknya yang kebetulan sedang kosong karena sedang di Medan.
Sedangkan Jumiati bersama empat anak dan suaminya mengungsi ke rumah milik desa, yang selama ditempati imam desa setempat.
Jumiati dan Halimah selama ini tinggal di rumah berkonstruksi kayu bercampur triplek di atas saluran pembuang Kota Pantonlabu, dekat bantaran Sungai Jambo Aye.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Puting Beliung Terbangkan Atap Rumah di Bener Meriah
Rumah tersebut dibangun oleh Ibrahim Prades, putra asal Pantonlabu yang dulu menjabat Kapolsek Tanah Jambo Aye.
Rumah yang sudah berusia 13 tahun tersebut kini sudah mulai lapuk.
“Rumah Jumiati dan Halimah berdempetan, yang dibangun dulu Ibrahim Parades,” ujar Kepala Dusun Mesjid Lama, Amiruddin kepada Serambinews.com, Senin (28/2/2022).
Atap rumah Jumiati Minggu kemarin ambruk, sehingga rumah Halimah juga ikut ambruk, sehingga tak bisa ditempati lagi.
Keduanya, kata Amiruddin, termasuk bagian dari sejumlah warga di Desa Kota Pantonlabu yang tinggal di atas saluran pembuang, karena tidak memiliki tanah.
“Jadi untuk sementara Jumiati tinggal di rumah desa, karena rumah tersebut sedang kosong,” ujar Amiruddin.
Baca juga: Babinsa Bantu Perbaiki Atap Rumah Warga Rusak Diterpa Angin Kencang di Bener Meriah
Halimah kepada Serambinews.com menyebutkan, untuk menghidupi keluarganya, selama ini dirinya mengupah cuci pakaian di sejumlah rumah warga lain di kawasan itu.
Sehingga hasil dari mengupah tersebut hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga belum mampu membeli tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/atap-rumah-warga-di-desa-kota-pantonlabu-kecamatan-tanah-jambo-aye-aceh-utara-ambruk.jpg)