Senin, 1 Juni 2026

Minyak Goreng

Dampak Kenaikan Harga Minyak Goreng, Omzet Penjual Gorengan Turun

Penjualan juga menurun, dari yang sebelumnya dapat menghabiskan 10 sisir pisang, sekarang hanya dapat 4 sisir pisang saja.

Tayang:
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Bagus Setiawan
Harga minyak goreng yang tak kunjung turun, sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya pedagang gorengan. 

Laporan Bagus Setiawan I Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Harga minyak goreng yang tak kunjung turun, sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya penjual gorengan.

Nur, seorang pedagang gorengan di Jl Lembaga Kecamatan Lut Tawar, saat ditemui Serambinews.com, Kamis (3/3/2022) mengatakan dampak dari kenaikan harga minyak goreng membuat omset yang ia dapatkan relatif kecil.

Biasanya ia dapat mengumpulkan penghasilan sebulan hingga Rp 3.000.000 dan sekarang hanya dapat mengumpulkan Rp 900.000.

Penjualan juga menurun, dari yang sebelumnya dapat menghabiskan 10 sisir pisang, sekarang hanya dapat 4 sisir pisang saja.

Minyak Goreng Kemasan Langka di Nagan Raya, Curah Mulai Dijual Rp 14.000/Kg

Selain dari penjualan gorengan ia juga mendapatkan keuntungan dari berjualan mieso dan bakso yang ia jual Rp 5000 untuk satu porsi.

Nur mengatakan bahwa ia hampir tidak mengambil keuntungan dari penjualannya.

"Kita hampir tidak mengambil keuntungan sama sekali, cukup untuk putar modal aja supaya tetap jalan alhamdulillah," jelas Nur.

Selain minyak goreng, harga gas elpiji 3 kilogram yang mulai naik juga mempengaruhi keuntungan yang ia dapatkan.

Biasanya ia membeli gas elpiji 3 kilogram seharga Rp 23.000 saat ini naik menjadi Rp 30.000.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved